SABTU, 3 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI), Prof. Mahfud MD mengatakan, salah cita-cita besar bangsa Indonesia yang belum sepenuhnya mampu diwujudkan adalah terciptanya masyarakat madani yang menjunjung tinggi demokrasi dan sukses merawat keberagaman serta toleransi.


"Mewujudkan masyarakat madani tersebut merupakan impian dan tanggung jawab kita semua, termasuk menjadi komitmen KAHMI, bagaimana supaya prinsip demokrasi, toleransi dan keberagaman tersebut bisa terbangun dengan baik" kata Mahfud di acara temu silaturrahmi dan temu alumni nasional KAHMI di Mataram, Sabtu (3/9/2016).

Ia mengatakan, dalam konteks pemerintahan sendiri, bagaimana konsep pemerintahan dikelola berdasarkan konsep madani ke Indonesia, kebersatuan dalam keberagaman, mengelola keberagaman secara demokrasi, mengawal demokrasi melalui penegakan hukum, tanpa diskriminasi.

Masyarakat madani berarti juga masyarakat berperadaban, yang ditandai sikap toleransi dalam keberagaman, demokrasi dalam menjalankan pemerintahan, bukan antara masyarakat dan militer.

"Demokrasi tanpa penegakan hukum liar, sebaliknya hukum tanpa demokrasi elitis, masyarakat civil society bukan antara mayarakat dan militer" ungkapnya.

Lebih lanjut Mahfud menambahkan, meski demikian tidak mudah menghadapi kondisi sekarang dalam rangka mewujudkan masyarakat madani, karena kita dihadapkan pada persoalan kapitalisme yang kerap memecah belah masyarakat dan elit pemerintahan, baik dalam pandangan maupun kebijakan, karena itulah diperlukan kesamaan pandangan dan sikap dalam upaya mewujudkan masyarakat madani.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: