RABU, 14 SEPTEMBER 2016
  
SUMENEP --- Maraknya pembelian tanah oleh investor di wilayah pesisir Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dinilai akan mengancam terhadap perekonomian masyarakat setempat. Pasalnya ketika nanti tanah-tanah tersebut dibangun perusahaan, masyarakat yang ada di sekitar tempat itu hanya akan menjadi penonton, bahkan mereka hanya akan menerima dampak buruk dengan banyaknya perusahaan yang berdiri diatas tanah mereka jual.

Dardiri Zubairi, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sumenep
Banyaknya tanah yang telah di jual ke investor saat ini sudah banyak dibangun menjadi tambak udang, seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat. Dimana sampai sekarang belum ada peraturan yang dapat melindungi tanah rakyat dari para investor, sehingga ketika sang pemilik tanah sudah mendapat tawaran harga yang menjanjikan, maka mereka dengan mudah menjualnya tanpa memikirkan resiko yang akan dialaminya dikemudian hari.

“Dari data yang kami peroleh tanah yang sudah dibeli oleh investor itu mencapai sekitar 500 hektar, itupun ada yang dibangun tambak udang dan ada pula yang masih belum dibangun apa-apa. Jadi kalau jangka panjang ini jelas tidak akan menguntungkan kepada masyarakat yang ada di daerah ini, karena bagaimanapun lahan pertanian itu merupakan alat produksi bagi petani, ketika lahannya sudah habis dijual mereka tidak akan bisa bertani lagi,” kata Dardiri Zubairi, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep, Rabu (14/9/2016).

Disebutkan, bahwa untuk saat ini dampak maraknya penjualan lahan terhadap investor memang masih belum tampak, tetapi semakin lama masyakarat akan merasakannya ketika sudah menjadi tempat industri dari perusahaan tersebut. Sehingga ketika nanti tidak bisa bertani dan tidak diterima bekerja di perusahaan berdiri diatas tanah yang dijualnya, akhirnya mereka beralih profesi merantau ke luar daerah maupun luar negeri untuk mencari penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Nanti kalau sudah dibangun industri, kemungkinan masyarakat setempat hanya akan menjadi pekerja kasar saja, itu salah satu contoh yang akan terjadi. Maka itu jelas nanti akan mengancam terhadap perekonomian masyarakat lokal,” jelasnya.

Sementara tanah yang menjadi incaran investor merupakan daerah wilayah pesisir, meliputi, Kecamatan Dungkek, Batang-Batang, Batu Putih, Talango, Dasuk dan Ambunten. Karena daerah tersebut memiliki lahan yang cukup strategis untuk dijadikan tambak udang, sebab keberadaan lahan tersebut dekat dengan laut. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: