SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Meski Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama di Pulau Sumbawa menjadi salah daerah penghasil ternak sapi dan kerbau nasional, tapi dari sisi pengembangan oleh para peternak masih perlu terus digenjot supaya para peternak bisa benar-benar merasakan kesejahteraan dari beternak sapi maupun kerbau.


"Sebagian masyarakat peternak di NTB, belum menjadikan ternak sapi maupun kerbau sebagai usaha serius dan masih sebatas dijadikan sebagai usaha sampingan" kata Pelaksana Tugas, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Erwin Kusbianto di Mataram, Selasa (27/9/2016).

Itulah sebabnya kenapa ternak sapi pada sebagian masyarakat tidak mampu mendatangkan kesejahteraan, padahal kalau dikembangkan secara serius, bisa mendatangkan keuntungan besar, seperti halnya mengembangkan pertanian.

Mengingat kebutuhan akan daging lokal maupun nasional, terutama jelang Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) maupun keagamaan lain, termasuk iven-iven berskala nasional maupun internasional, kebutuhan akan pasokan daging sapi maupun kerbau sangat tinggi.


"Kalau dilihat dengan kacamata ekonomi, prospek dan pluang ternak sapi sebenar sangat. Menjanjikan, karena itulah peternak di NTB diharapkan memelihara sapi atau kerbau tidak saja dijadikan sebatas usaha sampingan, tapi harus serius, supaya bisa mendatangkan kesejahteraan secara ekonomi" katanya.

Untuk mendorong para peternak di NTB. Lebih serius menekuni ternak sapi, selain memberikan bantuan berupa tambahan bibit sapi, Dinasnya juga memberikan pelatihan dan pendidikan tentang pola ternak sapi maupun kerbau yang benar, termasuk pengolahan pakan.

"Kita Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, memiliki balain pengembangan dan pengolahan pakan, melatih dan mengajarkan kepada peternah memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sekitar" pungkasnya.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: