KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

PONOROGO --- Memasuki bulan September yang dianggap sebagai awal musim penghujan, para petani di Ponorogo mulai bercocok tanam padi. Padi yang memiliki nama Latin Oryza Sativa ini memang dinilai paling cocok ditanam saat musim penghujan.


Salah satu petani padi, Sri Widodo (56 tahun) menjelaskan meski musim saat ini susah ditebak dirinya tak khawatir menanam padi. Pasalnya ketersediaan air dipastikan cukup saat masa awal pertumbuhan padi.

"Terutama saat bulan pertama penanaman itu membutuhkan air yang banyak, saya kira cukup untuk menanam padi," jelasnya saat ditemui Cendana News di Desa Kunti Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo, Kamis (1/9/2016).


Meski, ini kali kedua dirinya menanam padi dalam tahun ini. Widodo yakin tanamannya bisa tumbuh subur.

"Awalnya mau menanam jagung di musim tanam kedua ini. Tapi karena air terlalu melimpah saya putuskan menanam padi jenis 64 Super," ucapnya.

Meski harga jual gabah saat ini ditingkat petani hanya mampu menembus Rp 4 ribu per kilogram gabah kering. Widodo berharap saat menjual gabah selanjutnya harga gabah bisa lebih tinggi. "Kalau bisa mencapai Rp 5 ribu per kilogram itu baru mendapatkan untung yang berlipat," pungkasnya. 
(Charolin Pebrianti).
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: