JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

MAUMERE --- Masyarakat adat Tana Pu’an, Suku Soge dan Tana Pu’an, Suku Goban pada Rabu, 31 Agustus 2016 bertemu dengan utusan Komnas HAM, Sriyana, SH, LL.M bertempat di Blevaak (Balai Pertemuan) kedua komunitas adat di Pedan, Nangahale. 


Mewakili masyarakat kedua komunitas adat tersebut,Leonardus Leo selaku Tana Pu’an Goban menyampaikan kepada utusan Komnas HAM.

"Leo mewakili masyarakat adat meminta Komas HAM agar memediasi upaya dialog yang lebih baik karena selama ini mereka selalu dipojokkan dalam dialog-dialog,"sebut PBH Nusra, Are de Peskin menjelaskan kembali hasil pertemuan tersebut kepada Cendana News, Jumat (2/9/2016).

Disebutkan, Leo juga menerangkan upaya dialog terakhir yang dilakukan sebanyak dua kali yakni pada tanggal 6 Mei 2016 dan 20 Mei 2016 berakhir buntu dan BPN NTT melalui Pemda Sikka memerintahkan masyarakat adat agar mengosongkan lokasi.

Dalam kesempatan tersebut masyarakat menolak keputusan sepihak pemda Sikka dan menolak meninggalkan lokasi selama belum ada keputusan dialog yang adil. Warga juga mempersoalkan belum adanya pengakuan terhadap keberadaan mereka sebagai masyarakat adat dengan tanah ulayat adat.

“Kedua komunitas adat bersama dengan sub-sub suku yang bernaung di dalamnya tetap bertahan dengan proposal rekonstruksi yang sudah dibuat,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Bapikir, John Bala menambahkan bahwa masyarakat adat komunitas dua suku besar tersebut sudah menempati lokasi tanah HGU Nangahale sejak sebelum tahun 1912. 

“Pedan ini kampung lama. Nenek moyang mereka sudah ada di tempat ini sejak sebelum tahun 1864 yang mana dalam sejarah gereja itu tercatat bahwa pada masa itu dibangun kapela dan masyarakat dipermandikan setiap minggu,” terang John. 


Kepada ratusan masyarakat adat yang menghadiri tempat tersebut Sriyana dari Komas HAM mengatakan pihaknya berjanji akan berupaya untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat ke depannya.

“Pemerintah wajib melakukan affirmative action atau tindakan cepat untuk melindungi hak-hak bapak ibu sekalian dan membantu menyelesaikan persoalan tersebut,” tegasnya. 
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: