RABU, 14 SEPTEMBER 2016

PONTIANAK --- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat hingga kini terus menerus melakukan sosialisasi terkait tumbuh satwa liar atau TSL di sejumlah kabupaten/kota di wilayah ini. Hal itu dilakukan guna memberitahu pada masyarakat jangan memelihara atau pun memperjualbelikan satwa yang dilindungi Undang-Undang. Sebab, jika masyarakat memelihara dan memperjualbelikan satwa yang dilindungi, maka penjaralah nanti.  

Evakuasi kukang oleh petugas BKSDA Kalimantan Barat. (foto milik BKSDA Kalimantan Barat)
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sustyo Iriono mengklaim, cara sosialiasi yang dilakukan anggota di lapangan berhasil. Itu terbukti, hari ini, Rabu, 14 September 2016, Tim Gugus Tugas Evakuasi dan Penyelamatan TSL BKSDA Kalimantan Barat menerima satu ekor kukang (Nycticebus coucang).

"Bersama ini kami laporkan penyerahan secara sukarela 1 ekor kukang," kata Sustyo Iriono, di Kota Pontianak, Rabu, 14 September 2016, menyampaikan ikhwal persoalan kukang yang diamankan oleh timnya itu.  

Kembali Sustyo Iriono menyebutkan, telah diserahterimakan satwa secara sukarela dari masyarakat kepada petugas BKSDA Kalimantan Barat dalam hal ini Tim Gugus Tugas Evakuasi penyelamatan TSL jenis satwa Kukang (Nycticebus coucang) berjumlah satu ekor.

"Kondisi satwa sehat. Umur remaja, dan jenis kelamin jantan," kata Sustyo Iriono, menjelaskan kondisi saat itu.

Kukang yang diterima dari masyarakat di BKSDA Kalbar
Sustyo Iriono menjelaskan, satwa ini berasal dari penyerahan masyarakat bernama Ali Aswata beralamat di Graha Bumi Katulistiwa 3/D-10, RT 004 RW 006, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak.

"Ditemukan di sekitar alamat yang bersangkutan (Graha Bumi Katulistiwa) sekitar 1 minggu yang lalu. Dan dirawat olehnya," kata Sustyo Iriono.

Kata Sustyo Iriono selajutnya satwa diamankan dikandang transit Balai KSDA Kalimantan Barat. Untuk selanjutnya rencana dititip rawatkan dan direhabilitasi di YIARI, Kabupaten Ketapang.

Sustyo Iriono mengungkapkan, dari Januari hingga pertengahan September 2016 ini belasan ekor kukang yang diterima BKSDA. Dan saat ini sudah berada di tempat aman. 

"Ada 14 ekor kukang yang diserahkan secara sukarela kepada BKSDA Kalimantan Barat. Artinya memang termasuk satwa yang diminati oleh pemelihara atau penghobi. Indikasi masih cukup banyak yang masih dipelihara," kata Sustyo Iriono, yang mengaku masih melakukan investigasi di lapangan di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. 
(Aceng Mukaram)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: