MINGGU, 4 SEPTEMBER 2016

KETAPANG --- Melalui pendekatan persuasif, Tentara Nasional Indonesia berhasil membujuk warga Desa  Randau Jungkal, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat untuk menyerahkan senjata api.


Wakil Komandan Tim Intel Rem 121/Alambhana Wanawai mLetnan Dua Infanteri AY Noor Rofik menyebutkan, saat ini masih banyak warga yang memiliki senjata api.

“Banyak warga yang memiliki senjata api jenis lantak dan senjata peninggalan jaman perjuang pada masa penjajahan Belanda,” ungkapnya kepada media, Minggu (4/9/2016).

Untuk menekan jumlah senjata api, pihaknya menerjunkan personil untuk mencari informasi termasuk dari masyarakat. Berbagai jaminan diberikan untuk masyarakat mau menyerahkan senjatanya.

“Warga yang menyerahkan senjata dengan sukarela meminta jaminan setelah penyerahan senjata supaya dilindungi dan tidak ada proses hukum atas kepemilikan senjata, yang disampaikan oleh Kades,” lanjutnya.


Bahkan, dirinya meyakinkan kepada Kepala Desa di sana dan seorang warga bernama Tomas  bahwa setelah dilaksanakan penyerahan senjata tidak ada proses hukum kepemilikan Senpi kepada warganya yang sudah bersedia menyerahkan senjata. 

“Selanjutnya Shah Johan mengambil senjata yang disimpan jauh dari tempat tinggalnya. 9 pucuk senjata diserahkan di Rumah Tomas Shah Johan kepada Wadantim Intelrem 121/Abw. Shah Johan menyampaikan apabila memang benar dikemudian hari setelah penyerahan senjata ini tidak ada proses hukum masih ada sekitar 10 warga lagi yang bersedia menyerahkan senjata, karena saat ini masih takut-takut,” ujarnya.
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: