JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Seribu lebih siswa-siswi Sekolah Dasar Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta, memainkan berbagai permainan (dolanan) tradisional Jawa di Komplek Taman Pintar, Kota Yogyakarta, Jumat (9/9/2016). Selain sebagai upaya mengenalkan beragam khasanah budaya bangsa sendiri, acara juga digelar untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2016.

Bermain egrang
Sebanyak 1.068 siswa-siswi SD Muhammadiyah Sokonandi terlihat antusias memainkan berbagai dolanan atau permainan anak-anak tradisional Jawa seperti egrang, gobag sodor, dakon, cublak-cublak suweng, engklek, batok kelapa, ulo-ulonan, dan banyak lagi. Seperti diketahui beragam permainan tradisional itu saat ini sudah tak lagi dimainkan oleh anak-anak karena pengaruh zaman modern.

Agar tak hilang ditelan zaman dan sebagai upaya melestarikan tradisi, gelar acara dolanan anak-anak sengaja diadakan melibatkan seluruh siswa-siswi yang didampingi oleh para guru dan karyawan. Demikian dikatakan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sokanandi, Hadi Nuryanto, saat ditemui di sela pelaksanaan acara, Jumat (9/9/2016).

Hadi mengatakan, beragam permainan tradisional saat ini semakin ditinggalkan anak-anak, sedangkan berbagai permainan modern seperti game semakin merajai anak-anak Indonesia. Padahal, kata Hadi, permainan anak-anak tradisional sebagai bagian dari kebudayaan Jawa memiliki nilai-nilai moral yang sangat penting bagi pembentukan jati diri dan karakter anak sejak dini.

Belajar membatik
Dari berbagai permainan tradisional itu, jelasnya, anak-anak bisa belajar untuk saling bekerjasama dan bergotong-royong, serta peduli atau saling memperhatikan antar sesama. Hal ini, menurutnya, sangat berbeda dengan berbagai permainan modern seperti game yang sifatnya individualistik.

"Animo anak-anak untuk memainkan beragam permainan tradisional itu ternyata juga cukup tinggi. Ini penting, karena dalam upaya melestarikan kembali permainan tradisional itu yang paling penting anak-anak bisa merasa senang dulu" ujar Hadi.

Gelar dolanan anak-anak di Taman Pintar yang menurut Hadi juga diadakan untuk memperingati Haornas 2016, juga diisi dengan berbagai kegiatan lain seperti membatik. Anak-anak yang memiliki hobi menggambar pun mengikuti pelajaran membatik di Zona Batik Taman Pintar yang menyediakan peralatan yang telah didesain efesien, sehingga memudahkan anak-anak untuk menggunakannya dan aman. Rangkaian acara yang berlangsung sejak pagi tersebut diakhiri dengan makan ikan bersama, sebagai gerakan kampanye gemar makan ikan. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: