SENIN, 26 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyampaikan bahwa pemerintah telah memutuskan draft Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum (RUU Pemilu) dalam rapat kabinet.


"Hampir selesai, kalau dokumennya belum saya serahkan ke DPR karena masih menunggu Amanat Presiden," Kata Tjahjo di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (26/9/2016).

Sementara ada tiga poin krusial dalam draft, yakni UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif, UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, serta UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu.

Mendagri menjelaskan, terkait poin-poin krusial dari tiga UU pemilu yang akan direvisi, nanti akan dibahas bersama DPR dan pemerintah.

Selain itu, Tjahjo menambahkan ada 13 isu penting dalam RUU pemilu, yang nantinya disodorkan pemerintah ke DPR untuk dibahas bersama.

Juga, termasuk yang diusulkan opsi soal sistem terbuka, tertutup, atau terbuka terbatas, bahkan berkaitan dengan penentuan kursi di daerah pemilihan, juga soal parliamentary treshold (PT) nanti dibahas dalam waktu dekat ini.

"Nanti kita melihat mana yang terbaik akan dibahas bersama dan dikaji lebih dalam dengan DPR," imbuhnya.
[Adista Pattisahusiwa]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: