JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

MALANG --- Keterkaitan rekam sejarah antara Kerajaan Singhasari yang berada di Kabupaten Malang Jawa Timur dengan Kerajaan Singaraja di Kabupaten Buleleng Bali, nampaknya akan semakin mempererat hubungan kerjasama diantara kedua daerah tersebut. Hal tersebut disampaikan Bupati Malang Rendra Kresna usai membuka acara 'Singhasari Literasi Festival' di Pendopo Kabupaten Malang, Kamis (29/9/2016).


"Hubungan erat antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Singaraja sebenarnya sudah terbentuk sejak jaman kerajaan Singhasari dan Singaraja melalui perjalanan panjang seorang raja bernama Mahisa Campaka" ucapnya.

Diceritakan, pada jaman kerajaan tersebut Mahesa Campaka memerintah kerajaan Singhasari bersama dengan Wisnu Wardhana. Mahisa Campaka sendiri merupakan keturunan Mahisa Wunga Teleng yang merupakan anak dari Ken Arok dan Kendedes. Sedangkan Wisnu Wardhana adalah keturunan dari Anusapati yang tidak lain adalah anak dari Tunggul Ametung bersama Kendedes.

"Untuk menghindari dendam antara keturunan Kendedes dan Ken Arok dengan keturunan Kendedes bersama Tunggul Ametung, Mahisa Campaka dan Wisnu Wardhana sepakat untuk memimpin kerajaan tersebut bersama-sama yang kemudian dikenal dengan dua Naga atau dua Raja" cerita Bupati Malang.

Masih ujar Rendra, tapi karena Mahisa Campaka adalah orang bijaksana yang tidak ingin ada dua Matahari di satu kerajaan, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke Bali dan membantu menata pemerintahan, kebudayaan dan keagamaan di kerjaan Singaraja. Bahkan secara samar-samar ada sejarah yang menyebutkan bahwa perjalanan Mahisa Campaka sampai ke Peru.

"Hal-hal seperi itulah yang akan kita cari dan gali dalam ajang Singhasari Literasi Festival. Kita juga akan perbanyak rujukan-rujukan perjalanan Mahisa Campaka yang kemudian menciptakan kesamaan budaya, adat istiadat dan juga seni di antara kedua kabupaten tersebut, Malang dan Buleleng" ungkapnya. 

Imbuhnya, Nanti jika ternyata memang memiliki kesamaan, tidak ada salahnya menjadikan dua kabupaten ini semacam sistem heritage dan sehingga kemudian terjalin kerjasama di bidang ekonomi, pariwisata dan seni.

"Oleh karena itu keterkaitan sejarah ini harus di gali, baik secara ilmiah oleh sejarawan dan tentunya dengan mengaitkan cerita-cerita hikayat maupun cerita rakyat yang ada" pungkasnya.
(Agus Nurchaliq)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: