MINGGU, 11 SEPTEMBER 2016

KENDARI --- Menjelang hari raya Idhul Adha 1437 Hijriyah padagang Pasar Kaki Lima (PKL) Kota Kendari masih tetap mengeluh dengan sepinya pembeli akibat adanya relokasi pasar.


Salah satu pedagang Pasar PKL, Ranti mengatakan, sunyinya para pembeli mendekati hari raya Idhul Adha ini tidak ada bedanya dengan hari-hari sebelumya, sehingga kondisi ini membuat pendapatan pedagang pasar PKL berkurang dibandingkan dengan pedagang pasar lainya di Kota Kendari, Minggu, (11/10/2016).

Lihat saja, bahkan sebanyak ratusan lapak lainnya dibiarkan kosong karena pedagang memili h berjualan di tempat lain, hal ini akibat dari relokasi pasar yakni penempatannya yang tidak strategis atau jauh dari jalan umum, ujarnya.


Bahkan, banyaknya pasar berada di pinggir jalan Kota Kendari yang sengaja dibuat para pedagang kaki lima, seperti yang berada di lokasi pasar Lawata, Wayong, THR dan Punggolaka.

"Ya, mau di apa lagi kondisi pasar sudah seperti ini kasihan," tutur Ranti dengan logatnya, Ia mengharapkan adanya perhatian secara khusus dari pemerintah kota untuk mengupayakan agar pasar PKL tidak sunyi dari pengunjung.


Selain itu, berharap adanya pengawasan dan sikap tegas pemerintah Kota Kendari untuk menindak banyaknya pasar-pasar  yang sengaja dibuat pedagang. Agar pasar tersebut di titik fokuskan menjadi satu yaitu di Pasar Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kami tempati saat ini, ujar Ranti dengan harapan.

Lanjutnya, walaupun pembeli berkurang namun harga pokok tetap naik tetapi tidak seca signifikan dibandingkan dengan hari raya idhul fitri dan hari-hari sebelumnya pada saat harga bahan pokok stabil.

"Saat ini harga pokok bumbu dapur naik Rp 2.000 ribu hingga Rp 5.000 ribu, seperti lombok keriting seharga Rp 25.000 ribu/Kg hingga menjadi Rp 30.000 ribu/Kg, harga bawang merah Rp 35.000 ribu/Kg,  hingga Rp 39.000 ribu/Kg," pungkasnya.
(Siddiq Muharam)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: