SENIN, 5 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya akan menantang perusahaan pembakar hutan di Riau Sumatera Utara, beradu data di pengadilan. Pihaknya akan bekerja sama dengan TNI Polri untuk menindaklajuti kasus kebakaran hutan tersebut.


"Jadi, perusahaan yang membakar semestinya diperiksa saja dan datanya diadu di pengadilan," kata Siti di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2016).

"Kita tak mau menyusahkan rakyat, ini untuk tujuan lebih baik, tidak mungkin pemerintah mau menyusahkan masyarakat,"sambungnya.

Menurut Menteri, indikasi kebakaran hutan adalah karena dibakar, Riau gelap gulita karena asap. Itu artinya, ada kesengajaan pembakaran hutan oleh pihak-pihak tertentu.

"Indikasi di lapangan bahwa ada ulah perusahaan dalam kebakaran lahan," ujarnya

Saat ditanya apakah Kementerian LHK akan membekukan izin perusahaan yang diduga membakar hutan, Siti menyatakan demi keinginan publik dan dorongan masyarakat, jadi masih didata.

"Lagi dikumpulin dulu datanya biar lengkap, tidak mudah untuk membekukan, harus terpenuhi dulu prosedur administratifnya," Tuturnya

Untuk diketahui, kebakaran hutan pada pada periode 2015 merupakan bencana terburuk sepanjang 15 tahun terakhir. asap mengepul selama kurang lebih satu bulan. Dampaknya, aktivitas masyarakat terganggu di wilayah Sumatera dan Riau.  Peristiwa kebakaran hutan dan lahan ini akan menjadi peringatan dan evaluasi bagi pemerintah agar mampu menekan angka kebakaran yang diakibatkan ulah manusia.
[Adista Pattisahusiwa]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: