SABTU, 17 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Semangat judoka putri Jawa Barat, Teni Anggraeni di Pekan Olahraga Nasional (PON) patut diacungi jempol. Ia meraih emas ketujuh untuk Jabar. Meski dengan kondisi cedera parah, namun Teni mampu mengalahkan judoka asal DKI Jakarta, Yona Luvitalice pada partai puncak di kelas -63 kilogram puteri, di GOR Saparua, Bandung, Jumat (16/9/2016) Malam.


Setelah raihan gemilang ini ia memutuskan akan pensiun menjadi judoka. Sebab menurut medis ia diperkenankan untuk istirahat dari dunia judo.

"Cederanya sudah parah banget, ini sudah maksain untuk Jabar untuk yang terakhir aja. Cedera lutut sudah lama kalau pinggang satu tahunan," jelasnya seusai laga.

Agar kembali bugar ia diharuskan menjalani operasi, hanya saja itupun tidak akan 100 persen seperti semula. Karena itu ia memutuskan untuk pensiun.

"Cederanya sudah tidak bisa diobatin, harus dioperasi, jadinya saya tidak bisa memaksakan, ini harus diganti tulang besi," ujarnya.

Ia mengaku bisa meraih emas karena memaksakan diri untuk tampil. Semangatnya kian tinggi sebab ingin membawa Jabar keluar juara umum di PON XIX/2016 ini. Terlebih Teni tak turun di PON XVIII 2012 lalu di Riau.

"Walaupun cedera saya lupakan rasa sakitnya, modalnya sih semangat saja," ucapanya.

Setelah pensiun dari atlet Teni belum bisa menentukan apakah akan memilih menjadi pelatih atau tidak. Yang jelas, ia akan fokus dulu mengurus keluarga. Terlebih saat ini ia akan menjalani program kehamilan.

Diajang Pon sendiri ia sudah mengemas tiga kali medali emas. Dua medali emas lainnya ia raih saat mentas di PON 2004 di Palembang juga PON 2008 Kalimantan Timur.

"Raihan ini dedikasi untuk Jawa Barat dan keluarga saya. Biar tidak sia-sia pengorbanan saya ninggalin keluarga, saya lupain sakitnya, agar bisa dapat emas," katanya seraya berpesan kepada judoka juniornya agar jangan cepat menyerah. 
[Rianto Nudiansyah]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: