KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016

SANGGAU --- Seorang sopir truk, S (27 tahun) dibekuk petugas karena memiliki senjata api dan amunisi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Suhadi SW mengungkapkan, S adalah warga  Desa Tanjung Merpati, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau.


"Terpaksa diamankan pihak Kepolisian Polres Sanggau  Polsek Beduai karena membawa senjata api rakitan jenis revorver berikut amunisinya," ujar Suhadi, Kamis (15/9/2016).

Diungkapkan, peristiwa ini berawal dari kedatangan S ke Polsek Beduai Polres Sanggau dalam keadaan sempoyongan karena diduga mabuk minuman beralkohol.  

"Sambil mengigau dan lapor ke kantor Polisi bahwa dirinya barusan dianiaya, setelah diintetogasi petugas curiga tentang isi tas ransel yang dibawanya. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata di dalam  tas hitam tetsebut berisi satu unit senjata api laras pendek rakitan jenis revorver warna hitam berikut dua butir peluru tajam yang masih aktif, bertuliskan  PIN 7.62 x 45 PHH," ungkapnya.

Dijelaskan, berdasarkan temuan ini pihak Kepolisian langsung mengambil berbagai langkah cepat. Caranya adalah untuk mengamankan tersangka S berikut barang buktinya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Terhadap tersangka S, bisa dikenakan Undang-Undang darurat nomor 12 tahun 1951 pasal 1ayat (1) yang bunyinya barang siapa tanpa hak menyimpan, memasukkan menggunakan, menyembunyikan, menguasai, memiliki senjata Api atau bahan peledak atau amunisi tanpa hak bisa dipidana dengan pidana kurangan Sementara  20  tahun," jelasnya.

Ia mengatakan, setelah mengamankan S, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Pihak kepolisian mengamankan barang Bukti, mencatat Identitas  saksi-saksi yang mengetahui peristiwa itu terjadi.

"Mencatat identitas tersangka, dan mengembangkan kasusnya. Apakah ada korelasinya dengan kasus  perampokan bersenjata yang terjadi di kabupaten Ketapang beberapa waktu yang lalu," katanya.

"Terkait dengan kepemilikan senjata api ilegal, diimbau kepada warga masyarakat yang masih menyimpan senjata api berikut amunisinya, silakan menyerahkannya secara sukarela kepada pihak Kepolisian terdekat. Dari pada tertangkap polisi akan diproses secara hukum. Namun jika masyarakat menyerahkan secara sukarela, Polisi memberi dua Jempol untuk masyarakat," lanjutnya.
[Aceng Mukaram]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: