SENIN, 5 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Ketiadaan lahan parkir di Pasar Inpres kota Kalianda Kabupaten Lampung Selatan mengakibatkan pengguna jalan harus lebih berhati hati. Pengendara kendaraan roda dua bahkan terpaksa memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan.


Salah satu pengendara kendaraan yang hendak berbelanja di pasar inpres Kalianda, Ahmad, mengaku kendaraan sulit melintas akibat kendaraan di parkir di bahu kanan dan kiri jalan. Ia mengungkapkan faktor terjadinya kemacetan dan kesemrautan di pasar Inpres Kalianda diantaranya disebabkan minimnya tempat parkir khusus kendaraan pengunjung dan pedagang di pasar ini. Selain itu, minimnya kesadaran pengguna kendaraan untuk tertib berlalulintas di jalan pasar Inpres Kalianda.

“Sebetulnya kan sudah ada imbauan berupa rambu rambu lalu lintas yang dipasang oleh petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan dan Polres Lampung Selatan namun banyak yang tak mengindahkan ujungnya kemacetan semakin parah,”ungkap Ahmad saat ditemui Cendana News di pasar inpres Kalianda, Senin (5/9/2016).

Ahmad bahkan mengaku masih sering lupa masuk ke pasar inpres Kalianda yang saat ini sudah dipasang rambu rambu kendaraan roda empat tidak diperbolehkan melalui jalan masuk tepat di depan kantor Telkom Kalianda. Beberapa kendaraan yang masih nekat bahkan harus mendapat teguran dan berbalik arah sebelum mendapat surat tilang karena tidak mengindahkan plang pelarangan tersebut.

Terkait minimnya lokasi parkir tersebut diakui oleh Andi salah satu petugas parkir. Ia mengaku selama ini para pengunjung dan pedagang pasar Inpres Kalianda hanya memanfaatkan badan jalan untuk parkir kendaraan mereka. Badan jalan yang sempit membuat kemacetan tak terelakkan bahkan petugas Dinas Perhubungan harus bekerja keras untuk mengatur parkir dan lalulintas kendaraan di jalan seputar pasar Inpres Kalianda.

Sebelumnya Kepala Terminal Kalianda Ihman Wahyudi mengatakan, saat ini pasar Inpres Kalianda belum memiliki parkir khusus untuk para pengunjung dan pedagang. Akibatnya petugas harus mengatur lalulintas dan parkir kendaraan para pengunjung dan pedagang dengan memanfaatkan badan jalan di pasar milik pemerintah Kabupaten Lampung Selatan itu.

Ia mengungkapkan, keterbatasan lahan mengakibatkan fasilitas parkir tak tersedia bagi pengunjung pasar. Kami mengatur kendaraan para pengunjung dan pedagang untuk diparkir dipinggir jalan sekitar pasar. Bahkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk tertib lalulintas membuat kemacetan dan kesan semraut terlihat di pasar ini.

Upaya mengurai kemacetan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Lampung Selatan, untuk melakukan penertiban sudah dilakukan untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi seperti pengalihan arus Lalulintas dengan memasang rambu jalan dan menghimbau pengguna jalan agar tertib.


Salah seorang warga Kalianda, Amir, mengaku upaya Dinas Perhubungan tersebut hingga saat ini belum efektif karena masih banyak pengunjung pasar dan pengguna jalan di lingkungan pasar Kalianda tidak mengindahkan upaya tersebut. Bahkan masih banyak warga yang melawan arus dengan alasan ingin cepat sampai ke tujuan dibanding memutar.

“Kalau aturan pelarangan melintas dari jalur Jalan Kusuma Bangsa tidak efektif mengurai kemacetan ada baiknya dilakukan evaluasi lagi oleh instansi terkait apalagi pernah ada wacana pasar Inpres akan dipindah ke lokasi lain,“ ungkap Amir.

Pantauan Cendana News sepanjang Jalan Zainal Abidin Pagar Alam dan Jalan Kusuma Bangsa pengguna kendaraan lebih memilih melintasi jalan pasar Inpres Kalianda yang mengakibatkan semakin semrawutnya jalan tersebut. Kendaraan roda dua pengunjung pasar bahkan diparkir di sepanjang badan jalan yang mengakibatkan jalan semakin menyempit.
[Henk Widi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: