SELASA, 6 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Sebanyak 7 pasangan pria dan wanita dari berbagai daerah di DI Yogyakarta, melangsungkan pernikahan bersama di halaman depan Stasiun Kereta Api Jogjakarta (Stasiun Tugu), Selasa (6/9/2016). Sebelum melangsungkan akad nikah, ketujuh pasangan dikirab dari kawasan Malioboro Kota Yogyakarta menuju Stasiun Tugu, diiring bregodo tradisonal Jogoboro.

Saat pelaksanaan ijab kabul


Mengenakan busana pengantin adat Jawa, tujuh pasangan calon pengantin berasal dari berbagai daerah di DI Yogyakarta dinikahkan di halaman depan Stasiun Tugu Yogyakarta. Mereka merupakan pasangan pengantin peserta menikah bersama bertajuk Nikah Bareng ning Stasiun Tugu (Nikah Bareng di Stasiun Tugu), yang diadakan oleh Forum Ta'aruf Indonesia (Fortais), bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) VI.'

Secara bergantian, ketujuh pasangan menjalani ijab khobul yang dilangsungkan oleh petugas Kantor Urusan Agama Kecamatan Gedongtengen, dengan Ketua Fortais, Ryan Budi Nuryanto sebagai saksi nikah ketujuh pasangan.

Ryan mengatakan, nikah bareng tersebut diadakan sebagai upaya mencarikan jodoh bagi beberapa orang yang karena berbagai alasan sulit mendapatkan jodoh, sementara di dalam hatinya sudah timbul niat menikah sebagai salah satu kewajiban umat muslim. Tak hanya mencarikan jodoh dan memantapkan hubungan, Fortais juga menjembatani berbagai kendala yang dihadapi oleh sepasang kekasih yang karena ketiadaan biaya atau wali tak bisa melangsungkan pernikahan.

Hendy Helmi
Melalui program nikah bareng ini, kata Ryan, pihaknya menggratiskan seluruh biaya pernikahan, termasuk pengadaan mahar seperangkat alat solat, cincin kawin, tata rias dan sebagainya, bahkan juga memberikan paket bulan madu gratis di hotel berbintang.

Sementara itu, salah satu pasangan nikah bareng, Iskandar (38) dan Destiana Pramasyah (26), mengaku senang bisa mengikuti pernikahan gratis itu. Pasalnya, Iskandar yang mengaku telah menjalin cinta bersama pasangannya selama 3 tahun, selama ini terkendala biaya pernikahan. Iskandar yang selama ini tinggal di Kampung Kauman, Yogyakarta, sehari-hari bekerja serabutan, sehingga penghasilannya tidak tentu.

Iskandar dan Destiana menunjukkan buku nikah
Usai menjalani ijab kabul, Iskandar dan Destiana serta enam pasangan pengantin lainnya kemudian menaiki Kereta Api Pramex menuju Stasiun Maguwoharjo, Depok, Sleman. Selama dalam perjalanan di atas kereta api itu, mereka para pengantin saling berikrar janji setia.

Kepala PT KAI Daop VI Yogyakarta, Hendy Helmy, turut menyaksikan jalannya pernikahan bersama itu mengaku senang dan mendukung acara tersebut. Menurutnya, Stasiun Tugu merupakan salah satu tempat bersejarah, sehingga diharapkan tidak hanya menjadi tempat naik turunnya penumpang. Namun, juga bisa digunakan untuk kegiatan masyarakat, sehingga Stasiun Tugu bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. (koko)

Bagikan:

Redaksi Cendana News

Berikan Komentar: