SELASA, 13 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Nusa Tenggara Barat (NTB) diharapkan tidak saja sekedar berbicara masalah fatwa maupun mengeluarkan label halal, tapi juga bisa mengambil peran nyata dalam upaya pengembangan pariwisata NTB.


Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Muhammad Faozal menanggapi program pengembangan pariwisata yang semakin gencar dilakukan Pemda NTB, terutama dalam kaitan wisata syari'ah atau wisata halal, di Mataram Selasa (13/9/2016).

"MUI memili peran strategis untuk digandeng secara bersama - sama mendorong semua perusahaan perhotelan, restoran dan perusahaan makanan lain bisa menyajikan makanan halal dan sehat bagi setiap wisatawan" terang Faozal.

Karena itulah, semua hotel, rumah makan dan restoran juga akan terus didorong untuk segera mengurus sertifikat halal baik terkait makanan siap saji maupun makanan lain yang, termasuk mendorong menyediakan fasilitas, saranan dan prasarana dibutukan berdasarkan standar syari'ah.

Faozal mengatakan, selain itu, semua hotel yang ada nantinya akan diberlakukan zero alkohol, untuk tamu yang ingin konsumsi alkohol bisa langsung pesan, villa quin dan aston villa Gili Terawangan, Kabupaten Lombok Utara sudah menerapkan hal tersebut, artinya konsep yang diterapkan antara lain, perpaduan halal dan konvensional.

"Yang jelas keberadaan MUI NTB akan kita maksimalkan, dimana MUI nantinya juga akan menjadi tempat informasi halal" tutupnya.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: