SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Museum Dharma Bhakti Kostrad yang berkedudukan di Jalan Medan Merdeka Timur No.3 Gambir Jakarta Pusat 10110 menjadi satu dengan Markas Besar Kostrad. Meski berada dalam lingkungan keluarga besar Kostrad namun terbuka untuk umum.


Museum Dharma Bhakti Kostrad dikepalai Kapten inf.Munir dari Bintal (pembinaan mental) Kostrad dengan dibantu seorang staf museum Sertu Asep Romdhoni,QZ dari Baharmat (bintara pemeliharaan dan materiil) Kostrad. Seluruh biaya pengelolaan berikut penetapan staf pengelola museum dibawah tanggung jawab Markas Besar Kostrad.

Koleksi-koleksi yang dimiliki Museum Dharma Bhakti Kostrad memang masih seputar benda-benda yang pernah digunakan internal perwira maupun prajurit Kostrad, akan tetapi dari sisi penggalian sejarah dan penataan ruangan maka museum ini dapat dikategorikan sudah memenuhi syarat untuk menerima kunjungan masyarakat umum.

"Dari segi persyaratan fisik maka museum ini menurut kami sudah memenuhi syarat, dan kami memang membuka museum ini untuk umum tanpa dipungut biaya masuk. Akan tetapi kemungkinan masyarakat ragu atau segan untuk berkunjung karena letak kami ada didalam lingkungan Mabes Kostrad," terang Kamus Munir kepada Cendana News.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka pengelola museum terus berusaha memancing animo masyarakat guna mengikis keraguan masyarakat untuk berkunjung dengan membuat program-program undangan kunjungan edukasi sejarah bagi pelajar baik tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah atas.

"Kunjungan rutin yang kami terima selama ini baru dari sekolah-sekolah yang berada dibawah naungan TNI sampai Akademi militer. Untuk sementara masih sebatas itu, akan tetapi kami tetap berusaha mendapat perhatian masyarakat umum juga," terang Munir lagi.

Selain itu, salah satu kendala pengembangan Museum Dharma Bhakti adalah mengumpulkan SDM (sumber daya manusia) untuk bagian pengelolaan museum sehari-hari.

Akar kendala ini adalah karena sebagian besar anggota Kostrad memang masih aktif bertugas, dan para perwira pimpinan dari anggota bersangkutan belum bisa memberikan izin bagi anggotanya tersebut untuk fokus menjadi pengelola museum.

" Kami memang mencari tenaga muda, itulah sangat sulit mencari SDM untuk mengelola museum ini. Tapi sejauh ini saya masih terus mengusahakan permohonan izin untuk mendapatkan SDM tersebut," lanjut Munir.

Beberapa bagian dari Museum Dharma Bhakti Kostrad yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Serambi Pahlawan, Ruang Panglima, dan Ruang Data.

Serambi Pahlawan adalah lorong masuk ruangan museum dimana sisi kanan maupun kiri tembok marmer digrafir nama-nama para prajurit Kostrad yang gugur dalam semua operasi militer yang pernah dilakukan Kostrad.

Ruang Data berisi sejarah, dokumentasi, dan diorama dari kegiatan-kegiatan Kostrad sepanjang masa mulai kegiatan kemanusiaan, latihan militer, hingga operasi militer baik didalam maupun luar negeri.

Khusus untuk Ruang Panglima, dari sini pengunjung biasanya akan berpindah ke Ruangan khusus Jenderal Besar TNI HM.Soeharto karena Ruang Panglima yang berisi diorama serta furniture asli saat Pangkostrad I Mayjen TNI Soeharto memimpin penumpasan G30S/PKI 1965 membuat pengunjung untuk mengetahui lebih dalam mengenai Mayjen TNI Soeharto.

"Museum ini memang banyak berbicara tentang penumpasan G30S/PKI. Tokoh-tokoh sentral Kostrad dalam penumpasan tersebut memang diangkat di museum ini, ditambah lagi Batalyon 328 Kostrad adalah pasukan pertama yang melaporkan diri sebagai pasukan yang lengkap dan siap tempur dibawah Sumpah Prajurit dan Sapta Marga kepada Panglima saat suasana negara sedang genting akibat G30S/PKI tersebut," kembali Munir menjelaskan.


Sebagai Kepala Museum, Kapten Inf Munir bersama rekannya staf museum Sertu Agus Romdhoni QZ memiliki tugas yang cukup berat kedepannya jika memang mereka ingin serius atau fokus mengelola Museum Dharma Bhakti Kostrad. Ada beberapa hal yang harus dicarikan solusi sesegera mungkin, yaitu :

1. Lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dalam konteks memperkenalkan museum sekaligus meyakinkan masyarakat bahwa tidak perlu ada rasa ragu atau segan untuk berkunjung, karena siapapun yang datang pastinya akan diterima dengan baik dan dilayani dengan sepenuh hati oleh petugas atau pengelola museum.

2. Meningkatkan usaha untuk mencari SDM dilingkungan Kostrad yang bisa serta diijinkan untuk ikut mengelola museum secara penuh setiap harinya.

3. Mengambil langkah awal promosi secara umum dengan lebih membuka komunikasi kepada asosiasi museum baik internal TNI maupun diluar TNI agar keberadaan Museum Dharma Bhakti Kostrad semakin familiar bagi masyarakat umum.

4. Melakukan perbaikan benda bersejarah dalam konteks selalu menambah koleksi terbaru dari lingkungan Kostrad maupun pembaharuan informasi terkait peristiwa-peristiwa maupun penugasan-penugasan satuan Kostrad.

5. Setelah butir pertama hingga keempat berjalan dengan baik maka langkah terakhir atau langkah kelima adalah masuk dalam promosi online dengan memanfaatkan dunia maya sebagai media utama.

Begitulah yang harus dilakukan dan dihadapi bersama-sama jika memang ingin lebih baik lagi kedepannya. Museum Dharma Bhakti Kostrad memiliki kapasitas untuk lebih besar lagi dari yang sudah ada sekarang.

" Semua menginginkan yang terbaik, dan untuk mendapatkan yang terbaik maka dibutuhkan usaha dua kali lebih keras. Semoga kedepannya bisa terwujud," kata Munir lagi.

" Pesan kami untuk masyarakat adalah mari kunjungi kami, kunjungi Museum Dharma Bhakti Kostrad, jangan ragu atau sungkan, karena kami juga milik seluruh masyarakat. Kami selalu siap untuk masyarakat," pungkas Munir.

Untuk melakukan kunjungan pribadi ke Museum Dharma Bhakti Kostrad maka masyarakat bisa langsung mendatangi Provost pintu masuk bagian belakang Markas Besar Kostrad agar bisa langsung diarahkan bertemu petugas museum yang sedang piket. Dan jika ingin melakukan kunjungan bersama rombongan yang cukup besar dapat terlebih dahulu menghubungi Kapten inf Munir (Kepala Museum) 081317560176 atau Sertu Asep Romdhoni (Staf Museum) 081289350240.
[Miechell Koagouw]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: