SABTU, 17 SEPTEMBER 2016
  
SUMENEP --- Dengan musim kemarau basah yang terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dapat berpengaruh besar terhadap capaian target pembelian tembakau daerah setempat. Pasalnya penjualan tembakau dari petani menurun drastis dibanding dari musim tahun  lalu, hal itu dapat mengancam terhadap capaian target yang telah ditentukan oleh gudang pembeli tembakau.  

Suasana pedagang sedang menjual tembakau di Kabupaten Sumenep
Sampai saat ini serapan tembakau yang telah dibeli oleh gudang belum mencapai 50 persen, padahal pada tahun ini gudang tersebut memiliki target pembelian tembakau dari petani cukup tinggi. akibatnya harga tembakau saat ini lumayan tinggi, karena harga tersebut tidak sesuai dengan kualitas tembakau yang dihasilkan, tetapi patokan harga tetap seperti pada musim tahun sebelumnya.

“Kami mulai beli tembakau sudah sejak tanggal awal bulan ini, namun sampai sekarang pembelian tembakau baru mencapai 513 ton. Padahal target pembelian mencapai 1600 ton, namun akibat kemarau basah penjualan tembakau dari petani tidak sebanyak pada musim sebelumnya,” kata Freddy Kustiyanto, Wakil Kuasa Pembelian Tembakau PT. Gudang Garam, Kabupaten Sumenep, Sabtu (17/9/2016).

Disebutkan, bahwa sekarang ini tembakau yang dibawa oleh pedagang ke gudang menurun drastis dibanding dengan tahun sebelumnya, sebab musim kali ini setiap hari tembakau yang masuk ke gudang hanya sekitar 3 ton perhari. Sedangkan tahun lalu setiap hari tembakau yang masuk ke gudang mencapai 10 ton, sehingga serapan tembakau pada musim kali ini dikhawatirkan tidak mencapai target yang telah ditentukan.


“Saat ini stok tembakau dari petani menepis akibat kemarau basah, bahkan cuaca yang kurang baik itu juga berpengaruh terhadap kualitas tembakau. Tetapi meski kualitasnya lebih rendah dari tahun lalu, harga tembakau di daerah ini masih tinggi, karena kualitas tidak sebanding dengan harga yang ditentukan oleh gudang,” jelasnya.

Sementara pihak gudang tidak bisa memberikan kepastian sampai kapan gudang akan melakukan pembelian tembakau dari petani. Hanya saja pembelian tembakau tersebut akan disesuaikan dengan kondisi cuaca, karena ketika sudah turun hujan, secara otomatis gudang tidak lagi membeli tembakau dari petani.

“Kalau harga sama dengan tahun lalu, dari mulai Rp. 25.000 – Rp.43.000 per Kilogram,” paparnya. (M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: