KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Pengadaan beras (Prognosa) Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Kaltim di pertengahan tahun belum mencapai target dari target. Pasalnya, perolehan pengadaan beras lokal hingga pertengahan tahun ini baru mencapai 1.490 ton dari target 15 ribu ton.

Gudang Beras Bulog wilayah Kalimantan Timur dan Utara
Kepala Perum Bulog Divre Kaltimra Yayan Suparyan mengungkapkan pengadaan beras itu merupakan hasil dari produksi petani lokal di Kaltimra. Dari jumlah yang diperoleh hingga pertengahan tahun itu, 790 ton beras kualitas medium sedangkan sisanya beras kualitas premium.

"Pengadaan beras yang ditargetkan itu untuk produksi petani lokal. Kami juga sudah keliling dikaltim tapi produksi petani baru itu," katanya Kamis (1/9/2016).

Menurutnya, turunnya produksi petani lokal di wilayah Kalimantan Timur dan Utara ini dampak dari kemarau yang terjadi tahun lalu, sehingga mereka hanya melakukan tanam sekali.

"Harusnya Oktober tahun lalu musim tanam (rendeng) biasanya menjelang kemudian Januari mulai panen. Tapi tahun lalu cuaca sedang terik-teriknya, jadi baru di bulan Februari petani (mitra kerja) mulai menanam," sebut Yayan.

Petani tak bisa menanam karena pengairan sawah masih tergantung pada sumber air tadah hujan. "Praktis dengan kondisi itu sangat mempengaruhi produksi padi di kaltimra," ujarnya.

Yayan mengatakan daerah sentra produksi terbesar yakni dari Kabupaten Penajam Paser Utara, kemudian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan daerah lainnya.

Meski pengadaan beras belum mencapai target, Yayan memastikan ketahanan beras cukup untuk pemenuhan kebutuhan hingga Maret 2017. Mengingat beras didatangkan dari Jawa Timur dan Makasar.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: