SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Setelah dicopot sebagai Ketua DPD RI, status anggota Irman Gusman juga tinggal menghitung hari. Ketua DPD RI Farouk Muhammad menegaskan, pihaknya akan memberhentikan Irman sebagai anggota DPD RI bila praperadilan yang diajukan oleh kuasa hukumnya batal dilakukan.


Dijelaskan, pihaknya DPD sendiri yang jelas akan menggelar rapat Panitia Musyawarah (Panmus) DPD RI, bila pekan ini kuasa hukum Irman Gusman tak ajukan praperadilan.

"Ya, kalau kuasa hukum tak ajukan praperadilan maka Minggu ini kita ambil sikap dalam Panita Musyawarah," tegas Farouk di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Farouk melanjutkan, pergantian Irman Gusman nanti akan mengikuti ketentuan Pasal 54 ayat (3) Tatib DPD yakni pengganti Irman dipilih sesuai keterwakilan wilayah yang sama dengan pimpinan DPD yang berhenti.

"Kami akan terus memonitor, praperadilan diajukan atau tidak. Kalau tidak, kami akan menggunakan mekanisme pasal-pasal tatib yang lain," Tutupnya

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Irman Gusman sebagai tersangka. Irman diduga menerima Rp 100 juta dari pasangan suami istri XSS dan MMI. Uang tersebut diduga terkait pengurusan kuota impor gula di Sumatera Barat. Kini Irman telah ditahan KPK untuk proses hukum lebih lanjut.

Akibat perbuatannya Irman disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan a atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
[Adista Pattisahusiwa]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: