KAMIS, 1 SEPTEMBER 2016

PONTIANAK --- Bagi siswa/siswi di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, harus berhati-hati jika berangkat ke sekolah naik kendaraan roda dua. Walikota Pontianak, Sutarmidji berjanji merantai dan menggembok sepeda motor milik siswa SMP. Apalagi diparkir di sekitar lingkungan sekolah. Hal itu pula bukan sekadar gertakan.


Sutarmidji membuktikannya, dengan menurunkan petugas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pontianak. Selain itu dibantu petugas dari Satlantas. Para petugas ini menyisir berbagai SMP.  Diantaranya SMPN 3, SMPN 2 dan SMPN 11, Kamis 1 September 2016.

“Hasilnya, sekitar puluhan kendaraan yang terparkir di area sekitar lingkungan sekolah ditertibkan,” kata Kepala Dishubkominfo Kota Pontianak, Utin Sri Lena, pada sejumlah wartawan di Kota Pontianak.

Ia mengaku, yang memimpin penertiban itu memerintahkan jajarannya. Tujuannya tiada lain untuk merantai dan mengunci roda kendaraan milik siswa SMP. 

“Rantai yang digunakan pun berukuran diameter cukup tebal dengan dilengkapi kunci gembok,” tegasnya.

Disebutkan, razia dengan merantai dan menggembok kendaraan yang dibawa siswa SMP ini dilakukan secara bertahap. Tidak hanya terhadap sekolah-sekolah negeri tetapi termasuk sekolah swasta.

“Pelajar SMP belum boleh menggunakan sepeda motor lantaran usianya belum mencukupi untuk mengantongi SIM. Sekarang kita rantai dan kunci kendaraannya walaupun berada di luar lingkungan sekolah,” jelasnya.

Disebutkan, untuk tempat penitipan motor, pihaknya akan memanggil dan menindak dengan tindak pidana ringan.

“Akan memanggil warga bersangkutan dan memprosesnya untuk dijatuhkan sanksi tindak pidana ringan (tipiring). Diduga warga mengambil keuntungan dengan memungut biaya penitipan sepmot milik siswa tanpa memikirkan dampak negatifnya bagi siswa yang masih belum memenuhi syarat untuk mengendarai sepmot,” lanjutnya.

Untuk penegakkan aturan kepada pemilik rumah yang menyediakan lahan parkir, akan diserahkan kepada Satpol PP untuk menanganinya. 

“Sekarang saatnya kami menindak tegas bagi pelajar yang masih mengendarai motor,” ucapnya, menegaskan.

Ia mengimbau para orang tua, kalau memang mereka menyayangi anak-anaknya, jangan membiarkan anak yang masih di bawah umur mengendarai motor. Sebab, tidak ada alasan bagi mereka untuk membolehkan anak-anak yang masih duduk di bangku SMP mengendarai sepmot sebab itu akan membahayakan nyawa anak-anak mereka sendiri.

“Kalau memang orang tua sayang sama anak-anaknya, ia tidak akan membiarkan anak di bawah umur membawa sepeda motor, sayangilah anak-anak,” ujarnya.

Ia menyatakan, untuk siswa yang kendaraannya dirantai dipersilakan menghubungi pihak sekolah untuk didata. Selain didata, mereka juga akan diminta menandatangani pernyataan tidak mengulangi lagi membawa kendaraan motor, baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. [Aceng Mukaram]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: