KAMIS, 8 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Balikpapan melakukan pengalihan nozzle Premium ke nozzle Pertalite. Pengalihan tersebut terlihat sejak selama sepekan ini, sehingga nozzle untuk Premium mengalami pengurangan.

Suasana SPBU di Balikpapan
Salah seorang warga Balikpapan Ono mengaku bbm jenis premium mulai berkurang dan cepat habis. "Memang harga Premium dan Pertalite hanya berbeda sedikit, tapi ya jangan dikurangi untuk pengisian Premium. Kalo dikurangi antrinya panjang," katanya saat mengantri pembelian Premiun di salah satu SPBU di Balikpapan, Kamis (8/9/2016).

Salah satu stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Company Operation Company Owner (COCO) di Balikpapan telah menghentikan penjualan BBM jenis premium. Hal itu dilakukan karena sejumlah stasiun bahan bakar umum (SPBU) di Balikpapan banyak menerima keluhan antrean bahan bakar minyak (BBM) pertalite. SPBU lainnya juga mulai mengalihkan nozzle Premium ke pertalite.

Menanggapi hal itu, Communication & Relations Kalimantan PT Pertamina MOR VI Bagja Mahendra menjelaskan pengalihan nozzle Premium ke pertalite itu karena pada bulan Agustus kemarin, Pertamina menerima keluhan terkait antrian pertalite yang semakin panjang.

"Bukan mengurangi pasokan bbm jenis premium, tapi Agustus kemarin kita banyak menerima complaint SPBU terkait antrian pertalite yg mengular kurang sesuai dengan differensiasi pelayanan disaat yg bersamaan premium tidak terjadi antrian, sehingga dilakukan pengaturan peralihan nozzle," jelasnya saat dihubungi Kamis, (8/9/2016).

Menurutnya, konsumsi Pertalite dan Pertamax di tahun ini terus meningkat dan penggunaan Premium juga terus tergerus.

"Yang pasti pasokan untuk Premium ke SPBU masih sama, premium tidak dihilangkan, dan alokasi tidak dikurangi," tegas Bagja.

Adapun jumlah SPBU di Balikpapan yang melakukan pengalihan nozzle premium ke Pertalite per 7 September tercatat sebanyak 14 SPBU.

Sedangkan data realisasi konsumsi bbm di Balikpapan Bagja merincikan, jika dibandingkan realisasi konsumsi pada awal-awal tahun (januari) dengan update terakhir (Agustus) 2016 yakni premium turun 44% dari level 9696 KL menjadi 6946 KL, Pertalite meningkat 75% dari level 706 KL menjadi 2873 KL.

Peningkatan juga terjadi bbm jenis Pertamax, yakni meningkat 31% dari level 808 KL menjadi 1168 KL di bulan Agustus 2016.

"Solar Subsidi sendiri turun 19% dari 2889 KL menjadi 2425 KL di bulan Agustus. Penurunan mulai terlihat sejak diluncurkan Dexlite pada bulan Juni, di Balikpapan," tutupnya.
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: