SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai daerah pengembangan destinasi wisata halal yang belakangan mulai ramai mendapatkan kunjungan, terutama dari sejumlah negara muslim seperti Malaysia, Arab Saudi dan beberapa negara timur tengah lain, termasuk negara asia dan eropa lain.


"Selain NTB, dua Provinsi lain juga ditetapkan sebagai daerah pengembangan wisata halal, yaitu Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatra Barat" kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Mohammad Faozal di Mataram, Selasa (27/9/2016).

Penetapan NTB termasuk dua daerah lain sebagai daerah pengembangan destinasi halal, tidak terlepas dari keberadaan tiga Provinsi, selain memiliki potensi pariwisata luar biasa, juga tidak terlepas dari keberadaannya sebagai daerah yang mayoritas muslim.

Namun, ia menegaskan konsep wisata halal harus difahamai sebagai konsep wisata yang lebih menekankan pada bagaimana mendisain dan menghadirkan wisata yang sehat dari kuliner atau makanan dan kelengkapan fasilitas pendukung lain.

"Bagaimana menyuguhkan makanan yang sehat, termasuk ketersediaan fasilitas dan sarana dan prasaran pendukung di hotel misalkan, harus ada penunjuk arah kiblat, tempat wudhu, menyedikan sajadah, mushal dan kitab semua agama, sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi wisatawan" pungkasnya.

Ditambahkan, selain itu pihaknya dengan menggandeng Majlis Ulama Indonesia dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan terus mendorong semua hotel, restoran dan rumah makan untuk segera mengurus dan mendaftarkan sertifikat halal.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: