MINGGU, 11 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Semenjak pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke elpiji, puluhan petani tembakau yang dulunya menggunakan minyak tanah beralih menggunakan kayu bakar untuk omprongan tembakau.


Peralihan bahan bakar omprongan tembakau tersebut mengancam kelestarian lingkungan, banyak pohon besar yang terdapat dikebun maupun hutan ditebang warga dan petani untuk digunakan sebagai bahan bakar omprongan tembakau.

"Semenjak pemerintah melakukan konversi minyak tanah ke elpiji, petani tembakau cukup susah mencari bahan bakar untuk omprongan, makanya terpaksa kita menebang kayu sebagai bahan bakar" kata H. Rosid, petani omprongan tembakau Desa Kopang, Kabupaten Lombok Tengah kepada Cendana News, Minggu (11/9/2016).

Ia mengatakan, selama ini pengomprongan tembakau menggunakan batu bara maupun cangkang sawit sebagai solusi pemerintah, kurang bagus bagi kualitas tembakau yang dioprong dan menyebabkan tembakau gosong.

Sadri, petani pengomprong Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah menambahkan, kayu bakar merupakan satu - satunya bahan bakar yang bisa membuat kualitas kematangan tembakau bagus saat dilakukan pengomprongan, setelah minyak tanah tidak lagi bisa digunakan petani.

Menurutnya, meski bagus untuk pengomprongan tembakau, kayu bakar juga termasuk mahal, satu truk kayu bakar yang sudah kering dan siap dibakar, harganya berkisar antara tiga sampai tujuh juta, tergantung banyak tidaknya isi truk.

"Meski omprongan tembakau menggunakan kayu bakar dinilai merusak dan harga mahal, terpaksan kita beli dan gunakan sebagai bahan omprongan" tutupnya.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: