SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

BATU --- Berawal dari seringnya mengikuti berbagai festival seni mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, provinsi hingga nasional, kini nama Padepokan Gunung Ukir (PGU) yang berada di Dusun Karajan RT 05 RW 06 Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu tidak hanya di kenal di tingkat nasional tetapi juga sudah Go International.


"Setidaknya sudah 26 negara yang sudah pernah kami singgahi untuk mengenalkan dan mementaskan berbagai kesenian dan kebudayaan Indonesia kepada negara-negara lain," ucap Achmad Iswandi selaku sesepuh sekaligus ketua PGU, Minggu (25/9/2016). Negara-negara tersebut diantaranya Malaysia, Australia, Jepang, Singapura, Korea, Jerman dan Belanda, imbuhnya.

Lebih lanjut, menurut laki-laki yang akrab di sapa Ki Iswandi ini mengaku bahwa dari beberapa negara yang pernah di datangi tersebut, Malaysia adalah negara yang pertama kali ia singgahi.

"Dulu anak buah saya ada yang ikut transmigrasi di Kalimantan, saat ia melakukan pertunjukkan disana ternyata ada orang Malaysia yang menonton dan meminta agar mau pentas di negaranya. Dari situ kemudian kami mulai sering melakukan pertunjukkan di luar negeri," ungkapnya. 

Pada bulan Oktober besok ini Insya Allah kami akan singgah ke Vietnam dan kemudian berlanjut ke Delhi India, tandasnya.

Sementara itu Ki Iswandi menceritakan sebelum menjadi sebuah padepokan, PGU hanya sebuah grup kemudian berkembang menjadi sanggar dan pada tahun 2001 oleh Walikota Batu dinamakan menjadi Padepokan Gunung Ukir hingga sekarang. Ia juga menambahkan, di PGU Ki Iswandi mengajarkan kurang lebih 56 jenis kesenian mulai dari tradisional klasik, modern kontemporer, religi hingga kejawen. Dan anggota padepokan kami tidak hanya terkonsentrasi di Batu saja tetapi menyebar hingga di luar pulau Jawa seperti Kalimantan, Riau, Lampung, Lombok, Sumatra dan Batam. Hanya saja, untuk anggota inti PGU yang sudah menjadi guru dan penata berjumlah 35 orang, imbuhnya.

Padepokan tersebut juga sering di jadikan jujukan para wisatawan maupun mahasiswa yang ingin belajar kesenian.

"Banyak mahasiswa yang belajar kesenian di tempat ini, seperti mahasiswa dari Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya hingga perguruan tinggi di luar Malang," ujarnya.

Ia berharap dengan adanya Padepokan Gunung Ukir, kesenian dan budaya Indonesia bisa tetap terjaga sekaligus bisa lebih dikenal di kancah Internasional.
(Agus Nurchaliq)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: