SELASA, 20 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Keributan pendukung terjadi saat tim polo air Jawa Barat menghadapi Sumatera Selatan di Gedung Sabilulungan, Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, kemarin (20/9/2016). 


Kejadian ini pecah setelah suporter DKI Jakarta yang turut hadir di tribun melakukan pelemparan terhadap polisi yang mengamankan pertandingan. Sejumlah suporter Jawa Barat yang didominasi aparat TNI berpakaian sipil menegur pendukung DKI agar tidak melakukan pelemparan.

Namun suporter seolah tidak menghiraukan peringatan dari sejumlah suporter Jabar dan aparat keamanan. Sejumlah suporter Jabar pun mulai tersulut emosi, dan keributan pun tidak terelakan.

Atas kejadian itu, Pangdam III/Siliwangi Majyen TNI Hadi Prasojo meminta maaf kepada masyarakat luas lantaran ada anggotanya yang terlibat dalam insiden keributan.

"Pertama-tama, saya minta maaf kepada khalayak luas bahwa ada insiden yang terjadi," kata Hadi di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Selasa (20/9/2016).

Hadi pun mengakui, tak hanya TNI yang berseragam sipil, beberapa anggota TNI berseragam lengkap juga ikut terlibat dalam peristiwa tersebut. Namun kata Hadi, mereka yang berpakaian sipil bukan bagian dari pengamanan di lokasi, tetapi mereka hadir sebagai suporter Jawa Barat. Sedangkan yang beseragam merupakan bagian dari satuan pengamanan.

Adapun keributan itu menurutnya dipicu adanya lemparan botol oleh suporter dan kontingen DKI terhadap polisi yang bertugas di lokasi. Anggota TNI yang bertugas sebagai tenaga pengamanan pun menegur mereka.

Tapi lemparan botol justru dilakukan mereka pada anggota TNI. Akibatnya, beberapa anggota TNI naik pitam dan terlibat bentrok. "Karena emosi, anak-anak (anggota TNI) terpancing emosi. Ini saja sebetulnya yang jadi permasalahan awalnya," ungkap Hadi.

Atas kejadian ini, pihaknya langsung menegur anggotanya yang terlibat dalam bentrokan tersebut. Sementara untuk kelanjutan kasus itu, ia menyerahkan sepenuhnya pada kepolisian.

Hadi berharap kasus itu jadi pembelajaran bagi anggotanya. Jangan sampai kejadian serupa kembali terulang. .

"Ini jadi pembelajaran buat semua. Anggota jangan terpancing emosi, tapi juga untuk suporter jangan lempar-lempar, jangan mancing emosi pihak lain kalau jagoannya kalah, ya jangan marah-marah," tandasnya.
(Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: