JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Sekitar 1300 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) ikut dalam Jambore Nasional Tagana yang berlangsung mulai 15 September hingga 17 September 2016 di Pantai Lamaru, Balikpapan. Jambore Nasional Tagana sendiri resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Perlindungan Sosial Kementrian Sosial RI, Harry Hikmat, Kamis malam (15/9/2016).

Pembukaan Jambore Nasional Tagana di Gedung Dome Balikpapan Kamis Malam (15/9/2016)
Harry Hikmat menjelaskan pertemuan Jambore ini memiliki arti yang sangat penting bagi Tagana dan mitra kerja. Dimana dapat memberikan kesempatan dalam saling tukar pikiran dan informasi khususnya peran relawan dalam penanggulangan bencana.

"Penanggulangan bencana, Kementerian Sosial RI bertanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan dasar, shelter dan layanan psikososial bagi korban bencana. Sehingga pertemuan ini sangat penting," katanya saat membuka Jambore Nasional Tagana.

Pada kegiatan Jambore Nasional Tagana ini dihadiri 200 orang mitra kerja Tagana dari Badan SAR Nasional, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, LSM bidang kebencanaan, dan kalangan dunia usaha.

Dalam kesempatan itu, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, Adhy Karyono mengatakan Jambore Nasional dan Bhakti Sosial Tagana merupakan kegiatan tahunan yang digelar Kementerian Sosial RI sejak 2004. Tahun ini memasuki penyelenggaraan yang ke-11. 

Nantinya, Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan hadir dalam puncak kegiatan yakni pada Apel Siaga Bencana pada Sabtu, 17 September. 

Serangkaian kegiatan akan diselenggarakan diantaranya pengibaran bendera berukuran 25 x 45 meter akan dilakukan oleh tim Tagana bertempat di Pantai Lamaru pada Sabtu, 17 September. Di lokasi itu juga digelar Apel Siaga Bencana dan simulasi penanggulangan bencana oleh tim Tagana bersama Basarnas, PMI, BPBD, dan TNI/Polri.
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: