MINGGU, 11 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Harga Bawang Merah tingkat pedagang eceran yang dijual di beberapa pasar-pasar tradisional yang tersebar di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya belakangan ini relatif sangat tinggi, yaitu menyentuh Rp. 43.000 hingga Rp. 45.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga Bawang Merah hanya sekitar Rp. 25.000 hingga Rp. 30.000 per kilogram.

salah satu kios pedagang Bawang Merah di Pasar Kombongan, Kemayoran, Jakarta Pusat

Naiknya harga Bawang Merah tersebut salah satunya adalah dipicu  berkurangnya ketersediaan stok pasokan Bawang Merah, padahal biasanya biasanya stok ketersediaan Bawang Merah sangat melimpah di pasaran. Faktor lainnya adalah faktor lamanya musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang masih relatif tinggi, sehingga hasil panen dan kualitas daripada Bawang Merah menjadi kurang maksimal.

Pantauan Cendana News di Pasar Kombongan, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu siang (11/9/2016), harga Bawang Merah Rata-rata dijual sekitar Rp. 45.000 per kilogram, padahal sebelumnya Bawang Merah hanya dijual pada kisaran Rp. 30.000 per kilogram. Berarti terjadi kenaikan harga sekitar 50 % per kilogramnya jika dibandingkan dengan harga sebelumnya.


"Tingginya harga Bawang Merah dipicu oleh berkurangnya stok ketersediaan pasokan di pasaran, sehingga barang menjadi sulit didapat, maka kenaikan harga Bawang Merah menjadi tidak terkendali, harga Bawang Merah kemungkinan bisa mendekati Rp. 50.000 per kilogram seperti pada saat menjelang Lebaran Hari Raya Idhul Fitri 2016 yang lalu, dimana pada saat itu harganya mencapai Rp. 60.000 per kilogram" kata Kardiono, seorang penjual Bawang Merah di Pasar Kombongan, Jakarta Pusat.

Kardiono mengatakan "faktor lain yang menjadi penyebab naiknya harga Bawang Merah adalah tingginya harga Bawang Merah pada tingkat petani yang belakangan harganya mencapai Rp. 27.000 per kilogram, memang harga tersebut sangat menguntungkan bagi para petani Bawang Merah, namun di sisi lain juga menjadi pemicu tingginya kenaikan harga Bawang Merah di pasaran" katanya ketika ditemui Cendana News, Minggu siang (11/9/2016).
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: