SENIN, 5 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Berkurangnya permintaan kambing untuk kebutuhan kurban di luar daerah membuat harga kambing di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengalami penurunan yang cukup drastis. Pasalnya harga hewan ternak tersebut merosot jauh dibanding dengan waktu pasaran sebelumnya, sehingga banyak pedagang terpaksa membawa hewan dagangannya akibat turunnya harga yang sangat anjlok.

Suasana jual beli kambing di pasar ternak Kabupaten Sumenep
Merosotnya harga kambing pada pasaran kali ini sangat mengkhawatirkan para pedagang, karena kedepan jika harga kambing untuk kebutuhan kurban tak kunjung membaik, kemungkinan pedagang akan mengalami kerugian. Sebab sebelumnya harga kambing yang mereka beli untuk dijual kembali cukup tinggi, namun saat ini kambing yang dijajalkan hanya ditawar dengan harga rendah, sehingga tidak sebanding dengan modal yang telah dikeluarkan.

"Kalau sekarang harga kambing di daerah ini menurun drastis dibandingkan dengan pasaran sebelumnya. Karena saat ini permintaan kambing untuk dibawah ke luar daerah sudah mulai berkurang, sehingga mempengaruhi terhadap harga kambing," kata Misnadin (40), salah seorang pedagang di Pasar Ternak Bangkal, Kabupaten Sumenep, Senin (5/9/2016).


Disebutkan, bahwa penurunan harga di pasaran kali ini diperkirakan mencapai Rp. 250.000 per ekor dari sebelumnya, sebab harga yang semula Rp. 1.750.000 per ekor, kini menjadi Rp. 1.500.000 per ekor. Itupun meski harga sudah turun, namun pembeli di daerah ini juga semakin berkurang, sehingga banyak kambing dagangan yang dibawa ke pasar ternak tersebut tak kunjung laku.

"Meskipun hari raya Idhul Adha sudah semakin dekat, kalau minat pembeli kambing rendah akan sangat mempengaruhi terhadap keberadaan harga dipasaran. Makanya kami mulai kebingungan jika dipasaran berikutnya harga kambing tidak kembali naik, karena kambing yang kami beli dari peternak masih banyak yang belum laku. Apabila dipaksakan dijual dengan harga rendah jelas akan rugi, makanya terpaksa dibawa pulang dulu," jelasnya.

Mereka berharap untuk pasaran berikutnya harga kambing di daerah ujung timur Pulau Madura ini kembali naik seperti sebelumnya, supaya hewan ternak yang akan dijual tersebut tidak mengalami kerugian. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: