MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Hajat Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 menjadi ajang mengais rezeki bagi sebagian masyarakat. Misalnya saja Dedi Supriyadi (32), seorang pedagang gantungan kunci yang sengaja menyambangi venue-venue PON untuk mendulang rupiah.


Pria asal Lembang Kabupaten Bandung Barat ini berharap bisa mendapat untung lebih dari menjual aksesori PON. Ia mengaku di hari pertama ini sudah ada pembeli meskipun belum banyak.

"Tadi yang beli ada dua orang, buat mengawali penjualan, ya lumayan," ucap Dedi di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Minggu (19/9/2016).

Kendati demikian ia masih cemas dagangannya tak terjual. Sebab memang antusias pembeli belum seperti yang ia harapkan. Khusus di PON XIX ini ia sengaja membawa dagangan lebih banyak dari bisasanya.

Dikatakan untuk satu gantungan kunci ia membaderol dengan harga Rp 2500-4000 ribu. Namun ia mempersillahkan pembeli untuk menawar, yang penting dagangannya bisa terjual habis, agar bisa membawa pulang uang untuk keluarga di rumah.

"Ini sistemnya nanti saya stor ke bos, lumayanlah untungnya kalau ini dagangan bisa habis," katanya.

Ia sudah menjual gantungan kunci sekira 10 tahun lamanya. Dikatakan, menjual aksesoris cukup menguntungkan meski hasilnya tidak bisa diperkirakan. Sebelum ada PON Dedi biasa keliling dari satu hotel ke hotel lainnya untuk menjajakan gantungan kunci. Sebab yang diincar adalah wisatawan.

"Keuntungan sih tidak bisa diperkirakan berapa jumlahnya, tapi kalau lagi ramai pembeli bisa dapat Rp 3 juta sebulan," pungkasnya.
[Rianto Nudiansyah]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: