RABU, 28 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Kawasan pesisir pantai Timur Lampung yang mulai rentan terkena abrasi dan kerusakan akibat alih fungsi sebagian pantai yang berubah menjadi pelabuhan, tambak serta infrastruktur lain menjadi keprihatinan bagi komunitas olahraga pecinta motor trail. 


Kawasan pantai Timur Lampung berhadapan dengan Selat Sunda yang menjadi sasaran perhatian para pecinta olahraga motor trail dari komunitas Trail adventure Bakauheni Club (Trabac) bersama Toyota Yaris Club Indonesia (TYCI) chapter Lampung. Menurut salah satu pemerhati lingkungan di kawasan pesisir Timur Lampung sekaligus penggagas dan panitia kegiatan kegiatan tersebut, Catur S Udiyanto, bentuk kepedulian terhadap pantai Timur Lampung dilakukan dengan melakukan penanaman ratusan pohon bakau atau mangrove.

Catur S Udiyanto mengaku rencana kegiatan yang sudah lama digagas tersebut merupakan upaya Trabac dalam melakukan konservasi hutan mangrove di pantai Timur untuk meminimalisir terjangan ombak dan angin. Sebab selama ini kawasan pantai Timur merupakan salah satu trek atau jalur yang sering digunakan oleh komunitas Trabac untuk melakukan latihan, iven serta berbagai kegiatan adventure (petualangan) menggunakan kendaraan roda dua jenis trail. Selain sering dilalui anggota komunitas Trabac tergerak untuk melakukan tindakan nyata sekaligus menyalurkan hobi di kawasan tersebut.


"Awalnya kita nyaris tak memperhatikan kawasan pesisir ini namun karena sering melintasi dan jalur yang kita gunakan ini sangat cocok untuk kawasan konservasi sekaligus berhubungan dengan hobi kita dalam dunia motor trail maka kita lakukan kegiatan penanaman pohon mangrove" terang Catur S Udiyanto dalam keterangannya kepada media Cendana News, Rabu (28/9/2016).

Catur yang memiliki dua unit motor trail untuk menyalurkan hobinya tersebut mengaku Trabac sengaja menggandeng komunitas penghobi kendaraan roda empat dari TYCI cabang Lampung untuk melakukan kegiatan tersebut. Ratusan bibit pohon mangrove dari berbagai jenis diantaranya ketapang, bakau serta tanaman cemara laut dan pandan laut ditanam gabungan anggota komunitas yang beranggotakan ratusan orang tersebut. Meski beranggotakan ratusan orang namun Catur mengakui peserta yang terlibat tercatat mencapai puluhan orang akibat beberapa anggota club memiliki kesibukan lain.

Sasaran penanaman bibit mangrove yang dilakukan Trabac dan TYCI cabang Lampung ungkap Catur dipusatkan di Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang yang langsung berhadapan dengan Selat Sunda. Selain berhadapan dengan Selat Sunda kawasan tersebut berada di dekat Pulau Rimau Balak dan Gunung Pancong yang merupakan ujung Selatan di Pulau Sumatera. Selain itu kawasan yang rentan terkena abrasi merupakan kawasan yang dekat dengan beberapa dermaga diantaranya dermaga jety kapal tongkang, pabrik baja, dermaga pelabuhan Bakauheni, dermaga bandar bakau jaya (BBJ) yang mulai banyak menggunakan lahan untuk kepentingan pembangunan dengan sebagian besar membabat kawasan hutan mangrove di pantai Timur belum lagi beberapa areal tambak yang ada di wilayah tersebut.


Ia berharap penanaman mangrove yang jumlahnya mencapai ratusan di Desa Sumur tersebut akan bisa diteruskan di lain kesempatan dengan mengajak berbagai komunitas yang peduli terhadap konservasi kawasan pesisir. Ia pun mengaku beberapa muara sungai dan aliran sungai yang mengalir ke laut dan dekat dengan pantai menjadi sasaran lokasi yang digunakan untuk menanam mangrove. 

Salah satu anggota TYCI cabang Lampung, Clara, berharap kegiatan silaturahmi antar komunitas penghobi olahraga dan kendaraan tersebut bisa menjalin kebersamaan sekaligus bisa berbuat untuk lingkungan dan sesama. Kegiatan kepedulian terhadap lingkungan tersebut sekaligus memberi contoh bahwa komunitas olahraga juga tidak melulu hanya menyalurkan hobi tetapi memiliki kepedulian terhadap lingkungan yang digunakan untuk jalur olahraga seperti yang dilakukan anggota komunitas Trabac dan TYCI.

"Kegiatan sosial lingkungan ini tentunya tidak akan berhenti di sini dan akan tetap kita lakukan juga di daerah lain dan juga kepada masyarakat yang tinggal di kawasan yang berada di lingkungan sekitarnya" ungkap Clara.

Paska melakukan penanaman bibit mangrove, komunitas Trabac dan TYCI melakukan kegiatan menyusuri kawasan pantai tersebut dan mendatangi beberapa destinasi wisata yang ada di Bakauheni diantaranya Kawasan Menara Siger dan menikmati kuliner laut yang ada di pesisir Bakauheni. 
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: