JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat, yang digelar di Stadion Utama Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) resmi ditutup Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Kamis (29/9/2016) malam. Penutupan tersebut ditandai dengan gemerlapnya pesta kembang api.


Dari pantauan di lapangan, sedikitnya 20 ribu orang memadati stadion kebanggaan warga Bandung itu. Berbagai pertunjukan dan perpisahan para kontingen mewarnai penutupan PON kali ini.

Prosesi penutupan dilakukan dengan dibunyikannya sirine oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), Ketua DPR RI Ade Komarudin, Menpora Imam Nahrawi, dan Ketua PB PON Ahmad Heryawan. Setelah sirine berhenti, bendera PON diturunkan Paskibra dan diserahkan oleh Gubernur Jawa Barat, dan Ketua DPR RI kepada Gubernur Papua Lukas Enembe yang nanti akan bertindak sebagai tuan rumah pada PON XX/2020 mendatang.

Wakil presiden Jusuf Kalla mengatakan, semangat olahraga harus terus dikobarkan di bumi nusantara. Pasalnya, olahraga merupakan alat pemersatu bangsa.

Tidak hanya itu, JK juga menyoroti musibah banjir bandang yang melanda Kabupaten Garut. Ia meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan para korban banjir.

"Saya minta semua tamu dan undangan yang ada di sini untuk bersama sama berdoa bagi saudara kita yang sedang dilanda musibah" katanya sebelum penutupan PON dimulai, Kamis (29/9) malam.

Sementara itu, Ketua PB PON sekaligus Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dalam sambutannya mengatakan rasa bangganya lantaran Jawa Barat bisa menjalankan amanah ini dengan baik dan lancar.

"Rasa syukur, haru dan bangga bercampur baur di dalam rongga dada, seiiring dengan berakhirnya sebuah rangkaian kerja besar, perhelatan nasional PON XIX Tahun 2016 di Jawa Barat. Karenanya, tiada kata yang lebih tepat dan tiada pula ungkapan yag lebih indah, selain puji syukur kehadirat Allah SWT" katanya.

Ia pun menyatakan permohonan maafnya jika terdapat kekurangan selama pelaksanaan PON berlangsung. Ia berharap, pelaksanaan PON mendatang bisa lebih sukses dari Jawa Barat.

"Sebagai sebuah ikhtiar manusia, tentu kami akui masih terdapat kekurangan di sana-sini, namun satu hal yang dapat kami pastikan, bahwa keberhasilan penyelenggaraan PON XIX secara lancar, aman dan terkendali, meski diwarnai atmosfer persaingan para peserta untuk meraih predikat juara, seluruhnya telah dilakukan dengan tulus, sungguh-sunguh dan penuh rasa tanggung-jawab dari seluruh komponen panitia, bekerja sama dengan masyarakat, dunia usaha dan tentunya para Kontingen peserta" pungkasnya.
(Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: