SABTU, 24 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Beralihnya pelanggan fasilitas telepon rumah milik PT Telekomunikasi Indonesia ke penggunaan telepon seluler atau telepon genggam mengakibatkan fasilitas telepon berupa kabel dan tiang telepon banyak yang terbengkelai bahkan sebagian kabel sudah putus menjuntai hingga ke tanah dan sebagian tiang berkarat dan nyaris roboh. 


Kondisi fasilitas tiang telepon dan kabel yang kini sudah tidak digunakan tersebut diakui salah satu pelanggan fasilitas telepon rumah yang kini sudah berhenti berlangganan, Samad, warga Desa Sukaraja Kecamatan Palas. Ia mengaku sudah berhenti berlangganan telepon rumah setelah munculnya telepon genggam dengan alasan lebih efektif menggunakan telepon genggam.

Ia bahkan mengaku keberadaan aset atau fasilitas tiang telepon yang berdekatan dengan tiang listrik di depan rumahnya tersebut kini justru sering digunakan sebagai tiang memasang spanduk reklame dan nyaris roboh akibat tiang yang sebagian sudah berkarat. Seperti dirinya, sebagian masyarakat di wilayah tersebut yang sebelumnya berlangganan telepon kabel tersebut kini banyak beralih ke telepon genggam.

“Kami memang tidak lagi berlangganan telepon rumah tersebut tapi fasilitas telepon rumah sebagian masih terpasang dan sebagian sudah banyak yang putus karena tak digunakan lagi” ungkap Samad saat ditemui di depan rumahnya, Sabtu (24/9/2016)

Banyaknya kondisi tiang telepon dan kabel yang miring atau menjuntai, dirasa masyarakat sekitar harus segera ditangani. Mengingat hal ini bisa membahayakan warga yang ada di sekitar tiang atau kabel yang menjuntai terlalu rendah. Sebab sebagian tiang berkarat dan berpotensi roboh sewaktu waktu.

Kabel telepon yang sudah tidak digunakan tersebut sabagian bahkan menjuntai di rumah warga bahkan sebelumnya ada yang menjuntai ke jalan namun belum ditangani meski dapat membahayakan pengendara yang melintas. Pantauan media Cendana News, kabel telepon terkesan dibiarkan tidak ada penataan, termasuk tiang kabel telepon sudah dalam kondisi miring. Sebagian tiang telpon bahkan menyatu dengan bangunan toko milik warga sekaligus sebagai tiang penopang.

Samad mengatakan ia berharap pihak Telkom dapat memperhatikan keselamatan warga dan bisa segera melakukan perbaikan. Apalagi, lanjutnya, tiang kabel telepon yang ada banyak sudah tidak dimanfaatkan lagi akibat pelanggan banyak beralih ke penggunaan telepon genggam.


“Kita minta pihak terkait memperbaiki kabel dan tiang yang sudah berkarat. Apalagi sangat membahayakan masyarakat jika sewaktu-waktu tiang telepon tersebut roboh” ujarnya

Ia bahkan mengungkapkan keberadaan aset milik Telkom yang sebagian sudah tidak terawat tersebut justru terlihat mengganggu pemandangan. Dengan kondisi yang terlihat sangat merusak estetika dan menjadi kumuh dan terkesan amburadul terutama banyaknya bekas-bekas tali spanduk yang sebelumnya terpasang. Ke depannya, Samad mengharapkan tidak ada lagi tergantung kabel-kabel telepon yang menjuntai dan tiang miring.

Ia juga berharap  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk bisa berupaya melakukan pengamanan dan penertiban infrastrukturnya yang berada di publik area. Selain untuk menjaminkan pelayanan terbaik bagi pelanggan dengan memperkecil angka gangguan, juga untuk memberikan jaminan keamanan bagi pengguna jalan.

Ia mengungkapkan penggunaan tiang telepon yang ada tersebut tidak sesuai dengan kemampuan tiang menyangga beban, karena tiang telepon tersebut banyak dimanfaatkan oleh pihak lain secara khusus untuk pemasangan beberapa spanduk dan material promo lain yang menempel di tiang Telkom.

Terkait banyaknya aset milik PT Telkom tersebut pihak Plasa Telkom Kalianda hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi. Meski demikian sejumlah mahasiswa terlihat menikmati fasilitas wifi corner yang ada di depan kantor Plasa Telkom Kalianda tersebut.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: