KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Ratusan warga memadati Kantor Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, yang digunakan untuk mengurus elektronik kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). Banyaknya antrean warga tak lain dampak dari pengambilan dari tujuh kecamatan berbeda dipusatkan di Kantor Kecamatan  Karanganyar.


“Digabungnya tujuh Kecamatan menjadi satu ini karena keterbatasan alat cetak. Dari tujuh kecamatan yang masuk wilayah timur dan utara baru tersedia di Kecamatan Karangpandang. Dampaknya pelayanan menjadi membludak,” papar Camat Karangpandan, Heru Pratama Adji saat ditemui Cendana News, Kamis (22/9/2016).

Menurut Heru,  meski pemerintah telah memperpanjang batas perekaman e-ktp hingga pertengahan 2017, rupaya tidak mengurangi  antusiasme warga  untuk mengurus E-KTP. Sebab, mayoritas warga masih khawatir jika hingga akhir bulan ini tidak merampungkan rekaman dan pencetakan, segala urusan administratifnya akan bermasalah. 

“Ini yang membuat warga tetap datang berduyun-duyun untuk mengurusnya. Banyak warga yang belum paham dan takut jika urusannya nanti akan sulit,”  terangnya.

Banyaknya warga  yang antre membuat kondisi kantor Kecamatan Karangpandang sempat berjubel. Sebab, dalam sehari warga yang datang bisa mencapai 500 warga lebih. Adapun 6 Kecamatan lain yang pelayanannnya di Karangpandan Diantaranya adalah Kecamatan Tawangmangu, Matesih, Jenawi, Ngargoyoso, Mojogedang dan Kerjo.

Ironisnya, banyaknya antrean warga untuk mengurus tidak diringi dengan adanya penambahan petugas. Dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Karanganyar hanya menempatkan dua petugas saja. 

“Sangat disayangkan jika warga sebanyak ini hanya dilayani dua petugas saja. Kami ada petugas tapi sifatnya hanya membantu. Tapi bagaimanapun petugas sangat kewalahan,” keluhnya.


Bagi pihak yang ditempati, Heru berharap ada perhatian lebih bagi petugas yang ditempatkan untuk melayani masyarakat. Sebab, jika tidak ada perhatian, baik penambahan petugas ataupun perhatian terhadap kesejahteraan, makan petugas E-KTP yang hanya pegawai kontrak jelas akan mengalami kendala. 

“Meski hanya pegawai kontrak, diharapkan adalah perhatian yang lebih. Jika sakit atau terkendala justru pelayanan semakin akan terhambat,” pungkasnya.
[Harun Alrosid]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: