KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar, Jawa Tengah, hingga saat ini dinilai masih tidak memuaskan terhadap pasien. Hal ini disebabkan masih sering dijumpai antrian pasien di RSUD hingga membeludak dan banyak pasien yang terlantar.


Kritikan pedas terkait layanan RSUD Karanganyar ini disampaikan beberapa Fraksi di DPRD Karanganyar. Salah satunya anggota Fraksi PDI Perjuangan, Wahyuningsih saat menjadi juru bicara di Sidang Paripurna di DPRD menyampaikan, pelayanan RSUD Karanganyar masih mengecewakan.

“Masyarakat masih banyak yang mengeluh. Terlebih sering terjadi antrian panjang saat akan mendaftar hingga membuat pasien yang kondisinya sakit dan harus secepatnya mendapat perawatan hingga banyak yang terlantar,” ungkap Wahyningsih dalam Sidang Paripurna, yang digelar Kamis (15/9/16).

Keluhan yang datang dari pasien maupun keluarga pasien tidak hanya karena terlantar dan lamanya mengurus adminitrasi, jauh dari itu pasie juga kesulitan mendapatkan bangsa rawat inap. “Bahkan yang kita jumpai di lapangan banyak bangsal yang tidak memadai untuk pasien,” tegasnya.

Hal serupa juga  dikatakan Ketua Fraksi Fraksi Gerindra-Amanat, Setyiawan Dibroto menekankan,  RSUD sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seharusnya lebih memaksimakan layanan kepada masyarakat. Pihaknya mendesak agar Bupati Karanganyar memperketat pengawasan terhadap manageman RSUD Karanganyar.  

“Kita meminta bupati melakukan monitoring ekstra terhadap manajemen RSUD. Ini karena RSUD sangar vital menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” tambahnya.

Sementara itu, menanggapai adanya kritik dari kalangan DPRD Karanganyar, Direktur RSUD Karanganyar G Maryadi  menyatakan adanya pelayanan yang kurang maksimal dikarenakan fasilitas yang dimiliki masih terbatas. 

“Kita memang akui jika kondisi RSUD memang sangat terbatas. Baik ruang tunggu maupun bangsal yang ada,” jawabnya.


Saat itu, menurut G Maryadi, RSUD Karanganyar hanya mempunyai 230 bed, dan selama dua tahun terakhir telah ditambah 60 bed. Namun besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan, membuat RSUD tidak mampu memberikan layanan yang maksimal. 

“Pasien kita terus bertambah. Sebenarnya kita juga sudah menambah loket menjadi 2, tapi antrian tetap masih banyak,” pungkasnya.
[Harun Alrosid]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: