SENIN, 5 SEPTEMBER 2016

LARANTUKA  ---  Kasus penyegelan tanah milik Mikael Mel Fernandez Leway, Oemboe Ratu Djawa dan Frater M.Ignasius, BHK di Weri Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur belum di proses hukum.

Tanah yang disegel masyarakat yang mengaku pemilik tanah hak ulayat di Weri Kota Larantuka
Berlarutnya penyelesaian kasus ini menyebabkan ketiga korban pemilik tanah sah yang disegel menyesalkan lambatnya pihak kepolisian baik Polres Flotim maupun Polda NTT dalam menangani laporan korban..

“Pengacara kami sudah melaporkan kasus penyegelan ini ke Polda NTT namun belum ada tanggapan dan penyelesaian oleh pihak kepolisian” ujar Frater Ignasius, BHK.


Saat dihubungi Cendana News Senin (5/9/2016) Frater Ignas menyesalkan hal ini. Dikatakan Frater Ignas, sampai saat ini belum ada tindakan dari Polres Flotim dan Polda NTT untuk meyelesaikan proses hukumnya.

Ditambahkannya, pihaknya sudah memiliki sertifikat tanah tersebut sejak tahun 1997. Pihak penggugat dalam hal ini masyarakat yang mengaku pemilik tanah hak ulayat tersebut dari Kelurahan Sarotari sudah beberapa kali menggugat.

“Kasus kepemilikan tanah kami ini sudah tiga kali digugat yakni tahun 1983, 1997 dan 1998 namun pihak penggugat selalu kalah di pengadilan” tegasnya.


Yang kita harapkan sebagai korban, kata Frater Ignas, bagaimana pihak kepolisian bisa segera membuka palang di pintu pagar kami sehingga penghuni dan kendaraan bisa dengan leluasa melewati pintu masuk.

Pihak penyegel sesalnya, berlaku seolah-olah mereka adalah korban sementara ketiga pemilik sah yang meguasai tanah mereka. Ini kan sebuah keanehan sebab lanjut Frater Ignas pihaknya memiliki sertifikat asli tanah tersebut.

“Jika mereka menganggap kita menyerobot tanah mereka silahkan dilaporkan ke pihak kepolisian. Tapi kenapa mereka memagari tanah dan menutupi akses pintu masuk ke tanah kami seolah-olah tanah ini milik mereka” tanyanya heran.
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: