SENIN, 5 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Pemangkasan dana transfer daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dana Alokasi Umum (DAU) senilai 162 miliar oleh Kementerian Keuangan dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi NTB, terutama di sektor pariwisata.


"Kalau kita lihat pemangkasan dana transfer daerah tersebut sangat berpengaruh terhadap sejumlah program pembangunan dijalankan Pemda NTB, sehingga memang dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi kita di NTB" kata Sekretaris Daerah NTB, Rosiady Sayuti di Mataram, Senin (5/9/2016).

Ia menjelaskan dengan kebijakan pemangkasan tersebut, Pemda NTB cukup kelimpungan dan harus memeras otak melakukan rasionalisasi anggaran sejumlah program yang ada, mengurangi perjalanan dinas dan mengefesienkan belanja pegawai.

Selain melakukan rasionalisasi dan penghematan, Pemda NTB juga terus mengupayakan sumber pendapatan lain, supaya tidak mengutak-atik anggaran yang ada semata untuk menutupi anggaran yang dipotong sebesar 162 miliar.

"Anggaran untuk kegiatan di perhotelan yang tadinya ada, sekarang dikurangi bahkan ada yang ditiadakan untuk efesiensi anggaran" ungkapnya.

Terpisah Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Ridwan Syah menegaskan, pemangkasan dana transfer daerah tidak banyak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, pasalnya yang dipotong hanya dana belanja pegawai dan program lain yang dinilai masih bisa ditunda.

"Tidak ada relefansinya pemangkasan dana transfer daerah dengan pelambatan pertumbuhan ekonomi, karena program strategis untuk pelayanan publik dan pengentasan kemiskinan tidak ada pemotongan" tutupnya.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: