JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

ENDE --- Singkong asal Nuabosi atau kerap disebut Ubi Nuabosi sudah terkenal bukan hanya di Kabupaten Ende namun di seluruh wilayah NTT bahkan ke luar daerah NTT. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun pernah mencicipinya dan sempat membawanya sebagai oleh-oleh.

Ubi Nuabosi yang baru dipanen dikebun petani Naubosi
Kelezatan Ubi Nuabosi dan namanya yang sudah terkenal tidak membuat para petani bersemangat menanamnya. Petani mengakui ketenarannya tidak membuat harga jual Ubi Naubosi menjadi lebih tinggi.

Hal ini dikeluhkan Aloysius Palo petani Nuabosi yang ditemui di kebunnya Kamis (8/9/2016). Dikatakan Palo, pihaknya merasa rugi sebab pedagang kerap mencampur Ubi Nuabosi dengan ubi lainnya saat dijual sehingga masyarakat akhirnya tidak percaya.

“Banyak pembeli yang kecewa dan protes setelah mencicipi Ubi Nuabosi ternyata rasanya tidak enak,” ujarnya.

Petani pun kata Palo akhirnya malas menanam Ubi Nuabosi sebab harganya anjlok dan tidak memberikan keuntungan bagi petani. Akhirnya para petani malas menanam Ubi Nuabosi lagi.

Hal senada juga disampaikan Aloyisus Setu petani Nuabosi lainnya. Dikatakan Setu, petani sudah mengusulkan kepada pihak pemerintah desa, kecamatan maupun Pemda Ende agar bisa membangun sebuah los di Pasar Ende yang khusus menjual Ubi Nuabosi.

Kebun Ubi Nuabosi yang berada di Desa Nuabosi Kecamatan Ende
“Sampai sekarang permintaan kami tidak pernah ditanggapi dan kelihatan pemerintah tidak merespon usulan kami,” tegasnya.

Pedagang yang menjual ubi ini juga kata Setu juga berasal dari Desa Nuabosi dan sekitarnya dan ini sangat disesalkan para petani. Menurutnya, para pedagang ingin mengambil untung besar dengan menipu konsumen.

“yang rugi kami sebagai petani dimana Ubi Nuabosi harganya anjlok dan masyarakat juga tidak mau membeli lagi," sesalnya.
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: