MINGGU, 4 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Memasuki musim produksi garam di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kegelisahan para petani daerah setempat mengenai rendahnya harga garam rakyat masih selalu ada dibenaknya. Ketika saat musim garam rakyat biasanya banyak garam impor yang masuk, akibatnya harganya anjlok. Maka dari itu pemerintah harus melakukan penyetopan supaya tidak semakin memperburuk petani garam rakyat.

“Harga garam sampai sekarang tetap tidak ada perubahan, itupun berdasarkan informasi yang kami peroleh akibat adanya garam impor yang masuk. Makanya harga garam rakyat tidak mengalami peningkatan, seharusnya tidak harus ada garam impor agar harga bisa mengangkat harga garam rakyat,” kata Ubaid Amrulloh, Ketua Asosiasi Masyarakat Garam Sumenep, Minggu (4/9/2016).

Disebutkan, apabila ada garam impor yang masuk akan berpengaruh besar terhadap keberadaan harga garam rakyat, karena perusahaan lebih memilih membeli garam impor. 

“Seharusnya kalau musim panen seperti ini ditahan garam impor, karena apabila tetap masuk garam dari luar Negeri, maka ketika itu terjadi, harga garam akan anjlok dan serapan tidak bisa maksimal,” jelasnya.

Sekedar diketahui harga garam rakyat sampai saat ini masih belum ada perubahan dari sebelumnya, yaitu untuk KW 1 harganya hanya Rp. 500 per Kilo gram dan KW 2 harganya sebesar Rp. 450 per Kilo gram.
[M. Fahrul]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: