KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Para pemilik hewan peliharaan di beberapa wilayah di Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan dan beberapa kecamatan lain menyambut positif langkah pemerintah dalam hal ini Dinas Peternakan Lampung Selatan yang akan memberikan vaksin rabies.


Menurut salah satu warga Palas Pasemah, Joni (29) yang memiliki beberapa hewan peliharaan berupa kucing dan anjing mengatakan, pemberian vaksin tersebut sangat diperlukan terutama bagi satwa yang rentan menularkan rabies. Ia bahkan sudah mendaftarkan sebanyak 4 ekor kucing peliharaannya yang merupakan jenis kucing biasa dan 2 ekor jenis kucing anggora serta 2 ekor anjing retriever yang dibelinya dua tahun lalu. Pendaftaran tersebut merupakan proses untuk mendapatkan vaksin rabies yang akan dilakukan di sebanyak 21 desa se-Kecamatan Palas pada bulan bakti rabies 2016 sekaligus memperingati Hari Rabies Sedunia pada 28 September mendatang.

Joni mengakui beberapa hewan peliharaan miliknya sebelumnya juga sebagian sudah mendapat vaksin rabies namun beberapa hewan yang dibelinya masih ada yang belum mendapat vaksin. Sebagai pecinta hewan peliharaan jenis kucing dan anjing ia mengaku melakukan langkah antisipasi untuk menghindari keluarga atau tetangganya tergigit binatang yang berpotensi menularkan penyakit rabies tersebut.

“Vaksin rabies yang sebelumnya kami berikan kepada dua ekor anjing jenis retriever kami minta dari dinas peternakan tapi anjingnya sudah dijual dan kami memiliki dua ekor anakan yang belum diberi vaksin, pas ada bulan bakti rabies jadi saya daftarkan,”terang Joni saat berbincang dengan Cendana News di Palas Pasemah, Kamis (15/9/2016).

Pemberian vaksin rabies di sebanyak 21 desa di Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan menurut Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Peternakan Kecamatan Palas, Wardi, akan dilakukan mulai Senin (19/9) dengan beberapa desa sasaran yang merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Upaya tersebut merupakan bentuk pencegahan penularan penyakit rabies pada hewan peliharaan masyarakat.

“Beberapa desa yang akan disasar untuk pemberian vaksin rabies diantaranya desa yang memiliki populasi hewan penular rabies atau disebut HPR,”terangnya.

Sesuai koordinasi dengan setiap desa beberapa warga telah melakukan pendaftaran hewan peliharaan yang akan diberi vaksin dan didata oleh aparat desa. Desa dengan populasi hewan penular rabies (HPR) diantaranya anjing, kucing, kera dipastikan akan diberi vaksin terutama yang dipelihara oleh masyarakat.

Terkait tekhnis pelaksanaan petugas akan melakukan langkah jemput bola dengan mendatangi setiap rumah pemelihara hewan HPR yang ada di kecamatan dan desa sasaran. Pada bulan bakti rabies tersebut ditargetkan sebanyak 300 ekor HPR akan divaksin dengan cara mendatangi langsung tiap rumah.

Ia juga menyambut positif jika masyarakat memiliki inisiatif untuk membawa HPR ke satu lokasi sehingga pemberian vaksin bisa lebih mudah dan jika ada yang terlewat bisa didata. Peran serta masyarakat terutama di desa yang populasi hewan penular rabies cukup tinggi sangat diharapkan oleh dinas peternakan setempat.

Menurutnya penyakit rabies atau disebut penyakit anjing gila karena binatang atau hewan penular rabies yang utama yang umumnya terlihat agresif. Penyakit menular akut yang menyerang susunan syaraf pusat ini dapat terjadi pada manusia dan hewan.

Upaya yang dilakukan terutama bagi pemelihara hewan sangat dianjurkan melakukan imunisasi teratur pada hewan kesayangan. Kontrol terhadap hewan yang paling beresiko dalam penularan menjadi salah satu upaya pencegahan.


Selain memelihara kucing dan ajing untuk sasaran pemberian vaksin rabies hewan berupa kera dipastikan akan menerima vakisn rabies. Meski demikian di beberapa desa warga yang memelihara hewan jenis kera masih bisa dihitung dengan jari dan beberapa diantaranya dipelihara dengan cara diikat.
[Henk Widi]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: