MINGGU, 4 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Pemilik kendaraan roda empat dan roda dua yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun mengakibatkan jenis kendaraan semakin beragam. Beberapa jenis kendaraan bahkan terlihat serupa saat berada di jalan raya dan nyaris serupa baik corak, warna maupun kondisi kendaraan. Kondisi tersebut membuat sejumlah pemilik kendaraan memilih untuk menambah variasi pada kendararaan yang dikemudikannya dengan memberi sentuhan desain sticker atau tempelan khusus pada kendaraan. Selalu ingin tampil beda yang diekspresikan melalui kendaraan mobil dan motor tersebut menjadi peluang usaha pemilik jasa cutting sticker yang ada di kota Kalianda Lampung Selatan.


Menurut pemilik MS cutting sticker yang ada di Jalan Lintas Sumatera Kalianda, depan SMA 2 Kalianda, uda Safi (34), cutting sticker dapat diartikan sebagai sebuah tekhnik pemotongan bahan sticker (vynil, scotlight, texture) sesuai dengan desain yang diinginkan entah itu permainan warna atau corak. Pada awalnya ungkap Safi, stiker model cuttingdigunakan untuk kegiatan promosi bisnis sebuah perusahaan, club dengan cara menempelkannya pada dinding, kaca, billboard, neonbox, kendaraan atau produk tertentu.

"Namun sekarang stiker sudah ditempel di mana mana tergantung keinginan peminat desain stiker dan bukan hanya untuk promosi tetapi sebagai bentuk identitas tertentu dan minat tertentu pemasang stiker tersebut,"terang Safi saat ditemui media Cendana News di bengkel cutting sticker miliknya, Minggu (4/9/2016).

Ia mengaku saat ini tekhnik pemberian stiker di kendaraan rata rata digunakan untuk kebutuhan pribadi misalnya untuk interior rumah atau kantor, desain mobil atau motor dan bahkan untuk menghias barang pribadi seseorang. Peluang tersebut menjadi jalan bisnis dan peluang bagi laki laki berdarah Minang tersebut untuk mengembangkan jasa pembuatan dan pemasangan stiker di kendaran. Ia bahkan mengaku memiliki cabang di Kecamatan Penengahan selain di bengkel utamanya di Kalianda.

Menggunakan modal yang cukup besar untuk peralatan cutting sticker yang digunakan untuk usahanya, Safi mengaku mulai banyak memperoleh pelanggan justru dari mulut ke mulut. Ia mengaku pelanggan yang biasanya memasang stiker di mobil atau motor akan merekomendasikan pemasangan stiker di tempatnya sehingga pelanggan terus bertambah. Memulai usaha dengan mempekerjakan satu orang dan selanjutnya bisa mempekerjakan dua orang karyawan diakuinya butuh ketelatenan dan kesabaran karena pemasangan stiker harus membutuhkan tingkat kesabaran dan jiwa seni yang tinggi.

"Peminat biasanya memilih pola di komputer yang telah disiapkan namun banyak juga yang membawa pola sendiri untuk mempermanis tampilan kendaraan yang dimilikinya agar berbeda dengan kendaraan lain,"ungkap Safi.

Pelanggan yang cukup banyak diakui oleh Safi membuat peminat biasanya harus mengantri jika ingin melakukan pemasangan dengan stiker berukuran besar pada kendaraan. Pelanggan lain yang berniat memasang stiker ukuran kecil pun bisa menunggu sekitar 30 menit untuk proses pembuatan dan pemasangan stiker di badan kendaraan. Usaha yang sudah mempekerjakan dua karyawan tersebut menurutnya kerap mengalami pasang surut meski diakuinya hampir tiap hari ada pelanggan yang datang namun tidak bisa dipastikan jumlah dalam sebulan pelanggan yang datang. Ia mengaku nyaris mendekati angka 100 orang pelanggan untuk pemasangan stiker di kendaraan dan memberinya pemasukan yang bisa digunakan untuk biaya operasional dan membayar karyawan.

Ia mengaku pelanggan memilih cutting sticker karena model tersebut memiliki kelebihan dalam hal fleksibilitas dari cutting sticker yang dapat dibentuk sesuai keinginan. Selain itu bahan dari stiker sistem ini lebih tahan lama meski terkena panas matahari dan hujan. Ketika dilepas dan diganti dengan stiker lain pun stiker sistem cutting sticker ini tidak merusak dan gampang dilepas. Apalagi karena cuttig sticekr tidak menggunakan tinta maka warnanya tidak akan memudar.

"Biasanya pelanggan anak anak muda serta orang dewasa yang ingin menambah logo perusahaan tempat bekerja atau logo-logo tertentu pada kendaraan roda empat atau kendaraan roda dua miliknya,"ungkap Safi.

Minat dan kesukaan pelanggan stiker pun diakui Safi cukup beragam. Ia mengaku menggunakan jenis bahan stiker diantaranya Vynil, scotlight, transparant, glitter, chrome dan dry carbon.  Jenis glossy dan doff banyak diminati karena berbahan lentur dan tidak mudah sobek serta warnanya lebih banyak daripada yang lain sehingga banyak digunakan untuk stiker model cutting. Sedang stiker jenis scottlight menjadi favorit karena bahan ini dapat memantulkan cahaya pada malam hari dan lebih tipis daripada vynil.

Pemasangan stiker ini pun diakui Safi dipatok dengan harga beragam tergantung jenis dan ukuran dengan biaya mulai dari Rp12ribu hingga Rp100 ribu ke atas tergantung tingkat kesulitan pembuatan dan pemasangan. Hasilnya ia mengaku memperoleh omzet hingga jutaan rupiah dalam sebulan untuk pemasangan puluhan hingga ratusan kendaraan.

Belum banyaknya usaha sejenis membuat Safi mengakui penghasilan dari usaha tersebut cukup lumayan sehingga ia berani mempekerjakan dua karyawan yang bertugas mendesain hingga memasang stiker yang sudah jadi. Beberapa pelanggan pun mengaku puas dengan hasil pengerjaan cutting sticker yang dilakukan oleh Safi dan karyawan yang dipekerjakannya.


Salah stau pemasang stiker yang menggunakan jasa pemasangan model cutting sticker, Adji Pratama (20) mengaku memasang stiker dan juga logo untuk mobil miliknya. Pemasangan stiker diakuinya untuk memberi kesan berbeda pada kendaraan mobil miliknya. Memiliki warna hitam pada mobil membuatnya memberi aksen warna garis garis merah pada kendaraan miliknya dengan biaya Rp200ribu untuk ukuran sekitar 2 meter.

"Cukup puas hasilnya dan memilih cuttings etiker agar kendaraan yang saya naiki lebih berbeda dengan kendaraan lain dan tetunya tidak ada yang menyamai dan mudah dikenali,"ungkap Adji.

Hasil yang memuaskan tersebut membuat Adji mengaku akan memasang stiker jenis yang sama berupa scotlight pada kendaraan roda dua yang dimilikinya di rumah. Selain itu ia memesan stiker bergambar Siger sebagai simbol topi khas wanita Lampung yang menyala saat malam hari jika terkena pantulan cahaya dan akan dipasang di kendaraan miliknya.
[Henk Widi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: