JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

MALANG --- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisatanya (Disbudpar) terus berupaya untuk melestarikan sejarah dan budaya yang ada di Kabupaten Malang. Salah satu upayanya yaitu dengan menggelar "Singhasari Literasi Festival" yang di buka secara langsung oleh Bupati Malang Rendra Kresna hari di Pendopo Kabupaten Malang, Kamis (29/9/2016).


Rendra dalam sambutannya mengatakan bahwa Singhasari Literasi Festival ini merupakan gagasan yang unik yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengangkat warisan budaya berupa peninggalan seperti candi-candi yang banyak terdapat di wilayah Malang raya khususnya di Kabupaten Malang.

"Adanya literasi festival yang bernafaskan pelestarian budaya diharapkan dapat hadir sebagai pusat pembelajaran bagi berbagai kalangan untuk dapat menggali nilai-nilai warisan budaya yang diyakini mampu meningkatkan rasa cinta masyarakatnya kepada warisan seni dan budayanya" ujarnya.


Hal tersebut di amini juga oleh Kepala Disbudpar, Made Arya Wedanthara. Menurutnya, salah satu tujuan diadakannya acara Singhasari Literasi Festival adalah merangsang minat masyarakat untuk membaca dan mempelajari sejarah budaya bangsa, utamanya sejarah budaya Malang.

"Disamping itu juga untuk meningkatkan daya tarik Kabupaten Malang sebagai destinasi wisata berbasis budaya" ucapnya.


Disebutkan, kegiatan Singhasari Literasi Festival berlangsung hingga tanggal 1 Oktober 2016. Selain masyarakat umum, akan banyak para budayawan, pemerhati sejarah, akademisi dan mahasiswa yang turut menjadi peserta dalam acara tersebut.

Sementara itu acara pembukaan yang di mulai pukul 19.00 WIB ini di meriahkan oleh penampilan penari Tari Topeng Bapang, Tari Topeng Tua dari Bali, Dawai Nusantara dan kemudian di akhiri oleh aksi kocak dari seniman sekaligus pelawak Topan.
(Agus Nurchaliq)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: