SABTU, 24 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  hingga saat ini masih terus mendalami dan mengembangkan dugaan kasus suap "jual-beli perkara" yang sedang dalam proses di persidangan, salah satu diantaranya adalah yang melibatkan terdakwa Rohadi, seorang pengacara panitera di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.


Sebelumnya Rohadi diberitakan telah ditangkap oleh petugas KPK dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT). Selain melakukan penangkapan, KPK juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai 250 juta Rupiah. Rohadi ditangkap petugas KPK pada saat dirinya sedang naik ojek sepeda motor dari kawasan Matraman, Jakarta Pusat dengan tujuan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Dalam penyelidikan diketahui bahwa yang tunai sebesar 250 juta Rupiah tersebut ternyata merupakan pemberian dari Samsul Hidayatullah, kakak kandung dari Saipul Jamil, dimana yang bersangkutan selama ini dikenal seorang artis dan penyanyi dangdut ibukota.

Uang tunai sebesar 250 juta Rupiah tersebut diduga akan dipergunakan untuk menyuap Majelis Hakim yang kebetulan memang saat ini sedang menangani kasus pelecehan seksual sesama jenis terhadap beberapa anak laki-laki dibawah umur dengan terdakwa Saipul Jamil. KPK menduga bahwa Rohadi selama ini merupakan "aktor intelektual" yang mengatur berbagai kasus dalam persidangan.

Dalam penyelidikan KPK, berdasarkan informasi yang diterima dari Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), belakangan diketahui bahwa Rohadi ternyata mempunyai sekitar 16 mobil pribadi, beberapa mobil ambulance, apartemen, rumah mewah, hotel, rumah sakit hingga taman rekreasi.

Selain itu KPK juga masih terus mengembangkan dan mendalami terkait dengan adanya penemuan uang tunai senilai 700 juta Rupiah yang secara tidak sengaja ditemukan di dalam mobil pribadi Rohadi pada saat petugas KPK melakukan OTT. KPK menduga bahwa uang tersebut kemungkinan besar juga merupakan uang suap untuk meringankan suatu perkara atau kasus dalam persidangan.

Hendra Heriansyah, pengacara sekaligus kuasa hukum terdakwa Rohadi mengatakan "menurut perkiraan kami sebagai kuasa hukum sekaligus pengacara Rohadi,  sebenarnya KPK sudah mengetahui apa saja harta dan aset yang dipunyai oleh klien kami yaitu Rohadi, mulai hotel hingga rumah sakit, namun mereka tampaknya memang sengaja belum mau buru-buru untuk mengungkapkannya sekarang, mungkin KPK punya alasan atau pertimbangan tertentu" katanya saat ditemui wartawan di Gedung KPK, Jumat siang (23/9/2016).
[Eko Sulestyono]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: