RABU, 28 SEPTEMBER 2016

LARANTUKA --- Penjabat Bupati Flores Timur (Flotim), Emanuel Kara atas nama pemerintah kabupaten berjanji akan memberikan bantuan kapal penangkap ikan bagi ketiga korban penyanderaan kelompok Abu Sayaf asal desa Laton Liwo.


Pernyataan Emanuel Kara ini disampaikan saat acara serah ketiga korban penyanderaan dari pemerintah kabupaten Flores timur kepada keluarga korban dan jamuan makan malam di rumah jabatan bupati Flotim, Selasa (27/9/2016) malam.

“Pemerintah akan berikan bantuan kapal ikan bagi ketiga saudara kita korban penyanderaan Abu Sayaf agar mereka bisa memanfaatkannya untuk mencari nafkah,” ujarnya.

Bantuan kapal penangkap ikan diberikan karena sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki ketiga korban penyanderaan ini. Selama di Malaysia hingga ditangkap, ketiganya bekerja di kapal ikan milik perusahaan Malaysia.

“Bantuan kami berikan sesuai keterampilan mereka dan kami berharap dengan adanya bantuan ini mereka tidak akan merantau ke Malaysia lagi,” terangnya.

Emanuel juga meminta maaf apabila selama Emanuel Arakian Maran, Theodorus Kopong Koten dan Laurensius Lagadoni Koten ditahan, Pemda Flotim tidak memberikan bantuan bagi keluarga korban sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Saya sebagai pejabat bupati mengimbau agar memanfaatkan potensi yang ada sehingga tidak perlu merantau. Lebih baik jadi tuan di negeri sendiri daripada jadi budak di negeri orang,” pintanya.

Sementara itu, Emanuel membantah ada uang tebusan. Setahunya, pemerintah Indonesia tidak memberikan uang tebusan dan hanya melakukan negosiasi saja.

Selain itu paparnya, pihak perusahaan tempat ketiga korban penyanderaan bekerja akan membayar gaji dan hak-hak selama mereka disandera sebagai bukti bahwa perusahaan juga tidak lepas tangan atas kejadian yang menimpa karyawannya.

“Saya berharap agar warga Flotim lainnya yang bekerja di perairan Malaysia agar lebih berhati-hati dan waspada agar tidak disandera kelompok teroris Abu Sayaf,”imbaunya.
[Ebed De Rosary]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: