SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

LATANTUKA --- Presiden RI Joko Widodo direncanakan akan meresmikan pembàngunan jembatan Pante Palo - Tanah Merah (Palmerah) tanggal 13 Desember 2016. Jadwal tersebut disesuaikan dengan kedatangan presiden menghadiri peringatan Hari Pangan Nusantara di Lembata. Demikian disampaikan Kabag Humas Pemda Flotim Rin Riberu saat ditemui Cendana News, Selasa (27/9/2016) di kantornya.

Pante Palo yang jadi lokasi pembangunan jembatan Palmetah
Dikatakan Rin, tim dari BPPT dan Tidal Bridge Belanda sudah turun melakukan survei kedua tanggal 2 Februari 2016. Selain survei pembangunan jembatan juga sekalian dengan survei arus laut.

"Kalau tidak ada halangan peresmian akan sesuai jadwal. Tim dari provinsi juga sudah ke Belanda bersama tim dari pusat" ujarnya.

Hal senada juga disampaikan kepala dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Flotim John Fernandes, Selasa (27/9/2016) di kantornya.

Dikatakan John, jembatan tersebut direncanakan akan menggunakan sistem buka tutup, ada jalur khusus untuk pejalan kaki, jalur sepeda motor dan mobil.

Pembangunan jembatan tersebut sambungnya dipadukan dengan turbin untuk pembangkit listrik di bagian bawah jembatan. Turbin pembamgkit listrik ini dipasang di kedua sisi jembatan.

"Arusnya bolak-balik sehingga turbin harus dipasang di dua sisi. Apalagi arus lautnya sangat kencang," ujarnya. 

Kabag Humas Polres Flotim Rin Riberu
Ditambahkan John, berdasarkan survei dari Tidal Bridge Belanda,arus laut bisa menghasilkan daya 80 MW dan bisa menyuplai kebutuhan listrik bagi seluruh wilayah kabupaten di pulau Flores.

"Alasan utama pembangunan jembatan supaya bisa dipasang turbin untuk pembangkit listrik," terangnya.

Untuk diketahui, lokasi yang akan dibangun jembatan Palmerah yang menghubungkan Pante Palo di daratan Flores dan Tanah Merah di Pulau Adonara berjarak sekitar 500 meter.

Di dekat jalur pembangunam Jembatan Palmerah, ada dermaga penyeberangan yang setiap hari disandari perahu motor tradisional mengangkut penumpang Pante Palo-Tanah Merah pulang pergi.
(Ebed de Rosary)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: