KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016

PONOROGO --- Memberikan pelajaran tak selalu berpatokan pada buku, salah satunya dengan menggelar ajang kreatifitas bagi siswa se-karisidenan Ponorogo oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Qurrota Ayun Ponorogo.


Ajang kreatifitas ini diberi nama Festival Pelajar Sekolah Islam Terpadu Jawa Timur 2016. Salah satu kegiatanya yakni lomba perkusi dengan bahan-bahan daur ulang. Para siswa diajarkan untuk bekerjasama dalam tim dan menciptakan harmoni dari barang bekas. Barang bekas yang digunakan diantaranya galon, paralon, gelas dan botol bekas.

Ketua panitia, Arif Yeni Farianto menjelaskan, gelaran festival ini untuk menjaga ukhuwah antar sekolah islam terpadu.

"Selain itu juga untuk mengajarkan sportifitas dan kreatifitas siswa," jelasnya saat ditemui Cendana News di lokasi, Kamis (15/9/2016).

Tak hanya lomba perkusi, ada 12 cabang lain yang diperlombakan yakni renang, panahan, robotik, pidato, tulis naskah perjuangan guru, futsal, atletik, bela diri, nasyid, kaligrafi, dongeng dan komik.

"Ini merupakan acara dua tahunan sebelumnya tahun 2014 diisi dengan olimpiade tahun ini berbeda," ujarnya.

Tak tanggung-tanggung jumlah peserta mencapai 439 siswa dari wilayah Ngawi, Magetan, Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan. Nantinya para pemenang akan diikutsertakan dalam perlombaan tingkat provinsi.

"Yang ingin kami ajarkan anak-anak harus berprestasi tapi dengan menggunakan bahan bekas," pungkasnya.
[Charolin Pebrianti]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: