KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Lesunya ekonomi yang dirasakan sejak tahun 2015 mulai dirasakan salah seorang pelaku usaha makanan camilan khas Balikpapan, Hamuri. Kelesuan itu mengakibatkan penurunan omzet penjualan produknya yakni camilan berbahan dasar cumi-cumi yang diberi nama Bondang.


Hamuri pemilik camilan yang diberi nama Bondang ini menjelaskan sejak awal tahun 2016 penjualan turun drastis hingga 60 persen. 

"Penjualan kami turun hingga 60 persen. Kalau kondisi ekonominya begini terus saya harus mampu bertahan dengan menciptakan produk lagi dan mempertahankan rasa," jelasnya di Balikpapan, Kamis (22/9/2016).

Hamuri menuturkan, saat ini produksi camilan cumi-cuminya hanya 200 kilogram (Kg) perbulan, sebelumnya bisa mencapai 500 Kg. 

"Itu 200 kilogram Alhamdulillah bisa habis, dan bersyukur produk yang dimiliki laku dipasar," katanya.

Menurutnya, agar mampu bertahan di tengah kondisi ekonomi yang turun akan terus menciptakan rasa dan produk baru serta gencar memasarkan produknya agar tetap bersaing.

Pada kesempatan lain, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) kota Balikpapan Doortje Marpaung mengatakan, promosi produk makanan khas Balikpapan terus dilakukan dari berbagai kegiatan. 

"Kami selalu bantu memasarkan produk UKM khas Balikpapan, dengan mengikutsertakan di pameran dan lainnya apabila ada kegiatan Nasional maupun internasional yang bertepatan di Balikpapan," imbuhnya.

Dortje menegaskan, di tengah kondisi ekonomi yang turun ini belum ada UKM yang lapor pihaknya karena penjualan produknya turun. 

"Sejauh ini belum ada, kalau ada, laporkan ke kami untuk dibantu mempromosikan produknya," katanya.
[Ferry Cahyanti]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: