KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Komisi IV DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Badan Pengawasan Perikanan perihal mendapat masukan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentang Karantina Ikan, Hewan dan tumbuhan.


RUU ini dibuat untuk menjaga keamanan pangan di Indonesia sekaligus memproteksi produsen pangan domestik dari serbuan produk asing ke Tanah Air.

Dalam RDPU tersebut, Pakar perikanan Fahriyan Hasmi Pasaribu menyampaikan bahwa pentingnya sistem karantina, untuk memberikan garansi hama dan penyakit selama dalam perdagangan, pertukaran penduduk, lalulintas pengunjung, maupun perpindahan hama penyakit secara alami.

Lanjutnya, hal ini juga mesti perlu adanya sistem tentang manajemen resiko sehingga karantina dapat berlaku sangat efektif.

"Jangan pilah-pilah lagi, hewan ikan tumbuhan dan sebagainya, apalagi di draft RUU perubahan ini, sudah perlu kita pertimbangkan, sebab jenis spesies ikan kita sangat banyak, bahkan kekayaan Indonesia ini menjadi alasan kita agar sama-sama bersatu untuk melakukan tindakan karantina" kata Hasmi di dalam Ruang Rapat Komisi IV DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, (15/9/2016).

Dikatakan, karantina juga perlu melakukan beberapa perubahan antara lain dalam hal sistem regulasi, kelembagaan, sumberdaya, jejaring, analisa resiko. Upaya perubahan dalam sistem regulasi diantaranya dengan memasukkan beberapa perubahan yakni penambahan kewenangan Badan Karantina Perikanan dengan mengacu ketentuan standar secara internasional.

"Saya meneliti, semakin kemari makin tidak bisa bedakan lagi apa penyakit hewan tidak menular pada ikan,  contoh datanya menunjukkan pada penyakit ayam itu dilihat dari jalur penularannya lewat jagung, distribusi pada jagung. Jadi, keeratan ini sudah perlu ada penyatuan untuk melakukan karantina," paparnya

Menanggapi paparan tersebut, Pimpinan komisi IV DPR Daniel Johan mengatakan ini sangat perlu, mengingat Indonesia yang ada sekarang ini termasuk sistem karantina yang paling lemah, jadi mendengar paparan ini akan menjadi bahan penting bagi kami komisi IV DPR untuk menindaklajuti Karantina tersebut.

"Ini sangat berarti bagi kita, untuk memperkuat upaya pencapaian kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan" tandasnya
(Adista Pattisahusiwa)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: