KAMIS, 8 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Perolehan pendapatan pajak daerah Kota Balikpapan hingga minggu pertama September, baru mencapai Rp232 miliar atau 60% dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp382 miliar.

Warga Balikpapan antri membayar pajak bumi bangunan (PBB) dikantor Dinas Pendapatan Daerah Kota
Sekretaris Dispenda kota, Ahdiansyah menjelaskan, dari beberapa sektor perolehan pendapatan pajak pada minggu pertama rata-rata baru mencapai 60%.

Adapun perolehan pajak terbesar pada pajak penerangan jalan dari target Rp85 miliar, realisasi baru Rp62 miliar atau 73 persen, pajak PBB dari Rp75 miliar yang ditargetkan sudah teralisasi Rp23 miliar atau 37 persen, dan pajak BPHTB dari Rp75 miliar baru realisasi Rp50 miliar atau 67 persen.

"Tak hanya ketiga pendapatan pajak tersebut, perolehan pendapatan pajak restoran dan pajak hotel juga memberikan kontribusi yang besar pada perolehan pendapatan pajak daerah," ungkapnya Kamis, (8/9/2016).

Ahdiansyah mengatakan dari pajak restoran memiliki tim dan mekanisme penghitungan perolahan pajak restoran dengan omzet restoran.

Selain itu, pada kondisi tertentu dapat mengirimkan personil melakukan perhitungan atau transaksi perolehan pendapatan restoran itu selama 40 hari.

"Kalau pajak restoran ini pakai perhitungan self asisstment tapi ngitungnya ya benar jangan mengada-ada. Kedua harus pakai bill. Itu harus tiga rangkap. Kadang-kadang di bill itu tidak ada kop alamat dan segala macam. Cuma angka saja sedangkan bill itu bisa kita buatkan gratis, banyak kita itu. Tapi harus dilaporkan yang benar," sebutnya.

Ia merinci perolehan pendapat pajak hingga minggu pertama September 2016 telah terealisasi pajak restoran mencapai 64 persen atau Rp38 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp60 miliar. untuk pajak hotel dari target Rp43 miliar, baru realisasi Rp24 miliar atau 57 persen.

Sedangkan pajak hiburan dari target Rp18 miliar, baru realisasi Rp 14 miliar atau 79 persen. Pajak reklame dari target Rp10 miliar baru terkumpul Rp6,7 miliar atau 67 persen.

Untuk pajak parkir dari target Rp13 miliar sudah realiasasi Rp10 miliar atau 77 persen. Pajak air tanah dari Rp2,7 miliar yang ditargetkan baru realisasi Rp1,4 miliar atau 52 persen. Pajak sarang burung walet dari target Rp52 juta baru terkumpul Rp16 juta atau 32 persen. Untuk pajak material bukan logam dan batuan ditargetkan Rp500 juta baru realiasasi Rp 75 juta atau 15 persen.

Dikatakannya, retribusi mapun pajak daerah yang dikumpulkan pemerintah kota melalui Dispenda, tidak banyak membantu dalam mengurangi defisit anggaran.

"Harapan kami dari perolehan pajak daerah dapat membantu untuk mengurangi defisit," tutupnya.
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: